Keren! Nara Puncak Bangun Pertanian Organik Sistem Integrated Farming di Megamendung Bogor

Kamis, 18 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA RAYA – Daerah puncak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan kualitas tanah yang baik untuk industri pertanian. Suasana yang sejuk karena berada pada ketinggian, dapat menghasilkan bermacam-macam hasil bumi, seperti sayuran dan tanaman lainnya.

Melihat potensi pertanian yang cukup bagus itu, sebuah kawasan agronomi bernama Nara Puncak yang terletak di Kecamatan Megamendung kini tengah mengembangkan pertanian organik dengan sistem Integrated Farming. Nama Nara sendiri sudah tidak asing dalam dunia pertanian organik dan edukasi wisata perkebunan, yakni Nara Kupu Village di Kota Depok dan Nara Kupu Jogja di Sleman, DIY.

“Nara Puncak ini adalah bagian dari Nara Kupu Village yang ada di Depok, dan ada juga Nara Kupu Jogja di DIY. Nah saat ini kami juga mengembangkan sistem Integrated Farming di Megamendung Bogor dan sudah sekitar tiga bulan berjalan,” ujar Field Manager Nara Puncak, Deni Efriyansah dalam keterangannya, Kamis (18/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari mulai perencanaan pembukaan lahan, pengolahan Lahan, pembuatan pupuk organik, penyemaian benih tanaman penanganan panen sampai pemasaran produk ke wilayah ibu kota DKI jakarta,” sambungnya.

Baca Juga :  Disbudpar Kota Tangerang Gelar Pelatihan untuk Pramusaji

Lebih lanjut Deni menjelaskan, Nara Puncak mengembangkan pertanian menggunakan dua sistem terdiri dari sistem olah tanah dan sistem hidroponik. Sementara itu, kata Deni, Komoditas yang dibudidayakan Kebun Nara Puncak saat ini terdiri dari tanaman Pakcoy, tomat, terong, cabai dan tanaman lainnya.

Menurut Deni, di Indonesia kini hanya sekitar 29 persen lahan pertanian yang memiliki kandungan bahan organik dua sampai tiga persen. Sementara itu, lanjutnya, hanya ada enam persen lahan pertanian yang mengandung bahan organik di atas tiga persen.

“Nara Puncak memproduksi pupuk organik sendiri, terdiri dari Pupuk organik eco enzim, pupuk organik POC/ pestisida nabati dan kompos organik untuk menjaga kesuburan tanah dan keadaan tekstur tanah itu sendiri,” jelasnya.

Deni menegaskan, pihaknya terus melakukan uji coba untuk mengembangkan pertanian Integrated Farming System melalui perlakuan pertanian dari hulu ke hilir dengan menerapkan pertanian organik, memanfaatkan limbah yang ada di sekitar lingkungan kebun, sehingga dapat memproduksi sayuran sehat dan siap saji bagi konsumen.

Baca Juga :  Shin Tae Yong Dan Profesionalisme

“Ke depan konsep Nara Puncak juga akan mengikuti Nara Kupu Village atau Nara Kupu Jogja. Dimana bukan saja pertanian sayuran organik, tapi juga ada penangkaran rusa, unggas dan lain-lain. Bahkan juga nanti menjadi tujuan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah dan sebagainya,” ungkap Deni.

Deni pun mengaku optimis lantaran saat ini permintaan pasar terhadap sayuran organik terus meningkat, seperti halnya di Jakarta. Deni juga mengajak kalangan milenial untuk mulai menggeluti dunia pertanian organik, terutama dalam memanfaatkan lahan lahan kosong di perkotaan menggunakan sistem hidroponik.

“Bertani organik itu juga bisa mengurangi sampah kosmos ya jadi tidak ada sampah organik lagi, kemudian juga bisa mengurangi penggunaan plastik. Dan kami pun terbuka bagi teman-teman milenial yang tertarik ingin tahu bagaimana pembuatan pupuk atau pestisida organik, sehingga bisa diterapkan dengan hidroponik di tempat tinggal teman-teman,” pungkasnya. (hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan
Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS
179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?
Viral! Pasien IGD RSUD Kota Bekasi Membludak, Begini Kata Dirut Kusnanto
Hadiri HUT Gereja HKI Depok, Bang SS Singgung Penting Menjaga Toleransi Umat Beragama
Rombak Jabatan Eselon II dan BUMD, PJ Bupati Bekasi Diduga Kejar Target untuk Pilkada
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB

WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:22 WIB

Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:10 WIB

179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:19 WIB

Viral! Pasien IGD RSUD Kota Bekasi Membludak, Begini Kata Dirut Kusnanto

Selasa, 7 Mei 2024 - 17:48 WIB

Hadiri HUT Gereja HKI Depok, Bang SS Singgung Penting Menjaga Toleransi Umat Beragama

Senin, 6 Mei 2024 - 13:24 WIB

Rombak Jabatan Eselon II dan BUMD, PJ Bupati Bekasi Diduga Kejar Target untuk Pilkada

Berita Terbaru