KTP Jakarta Dinonaktifkan, Warga Urus KTP Depok

Selasa, 30 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTARAYA-Sejumlah warga yang mengalami penonaktifan KTP Jakarta terpantau mengurus layanan pembuatan KTP Depok. Kebanyak dari mereka sebenarnya masih ingin memiliki KTP Jakarta.

Misalnya Ali (40) warga Tanah Baru, Depok, mengaku, tak ada niatan pindah dari KTP DKI. Namun, ia baru mengurus kepindahan setelah mengecek KTP-nya telah dinonaktifkan lewat laman daring.

“Saya inginnya tetap KTP DKI, karena di sana saya dapat pelayanan kesehatan gratis. Terus semua dokumen juga masih pakai KTP DKI, sertifikat tanah, dan lain-lain. Kemudian ada kuburan keluarga di sana. Kalau gini ya harus merelakan semuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarin saya sempat cek dulu ternyata memang sudah nonaktif, baru saya urus yang baru,” ujar Ali di kantor Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (29/4).

Semula , Ali tinggal di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun, kini menetap di Depok dan bekerja di Tangerang Selatan. Ia telah memiliki KTP DKI selama 23 tahun.

Baca Juga :  Ngabuburit Naik Bus Jawara

Keinginan tak pindah dari DKI Jakarta pernah dilakukan yakni menggunakan alamat rumahnya di Jakarta Timur. Namun, upaya itu tak bisa lantaran rumahnya yang berada di Jakarta Timur sedang dikontrakkan pada orang lain.

“Sebetulnya saya punya rumah di Jaktim. Mau pakai KK di sana biar nggak usah pindah ke Depok, tapi ternyata tidak bisa karena rumah di sana dikontrakkan,” jelasnya.

Senada dengan Indra (53), warga Tanah Baru, yang baru saja mengurus KTP Depok setelah KTP DKI Jakarta miliknya nonaktif. Dia bahkan baru mengurus pindah KTP pada hari ini setelah meminta surat pengantar dari kelurahan.

“Kalau saya baru urus hari ini. Ini mau cek ke Dukcapil bagaimana caranya. Tapi tahu KTP non aktif itu sudah sejak Maret. Saya cek lewat Google,” kata Indra.

Baca Juga :  Gelar PSU di Kuala Lumpur, KPU Minta Bantuan Jokowi

Indra bersama keluarga awalnya tinggal di Pejaten, Jakarta Selatan. Dia punya rumah di sana, namun kini sudah dijual dan pindah ke Kota Depok. Mereka juga masih bekerja di Jakarta sampai saat ini.

“Saya sekarang tinggal di Depok. Tapi pekerjaan masih di Jakarta. Ini sekeluarga saya pindah. Sebelumnya, KK saya di Pejaten. Itu ngikut sama pak RT, kami juga masih rutin bayar iuran RT,” ucapnya.

Indra mengungkapkan jika sejak awal mereka ingin tetap ber-KTP DKI Jakarta. Alasannya, banyak dokumen kesehatan hingga perbankan masih menggunakan KTP DKI. “Tadinya sih pengennya KTP DKI, karena semua dokumen masih di sana. BPJS, Bank, segala macem. Saya juga asli lahir di sana,” ungkapnya. (jr)

Penulis : il

Berita Terkait

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua
PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya
85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama
Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan
Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS
179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?
Berita ini 5 kali dibaca
Sejumlah warga yang mengalami penonaktifan KTP Jakarta terpantau mengurus layanan pembuatan KTP Depok. Kebanyak dari mereka sebenarnya masih ingin memiliki KTP Jakarta. Misalnya Ali (40) warga Tanah Baru, Depok, mengaku, tak ada niatan pindah dari KTP DKI. Namun, ia baru mengurus kepindahan setelah mengecek KTP-nya telah dinonaktifkan lewat laman daring. "Saya inginnya tetap KTP DKI, karena di sana saya dapat pelayanan kesehatan gratis. Terus semua dokumen juga masih pakai KTP DKI, sertifikat tanah, dan lain-lain. Kemudian ada kuburan keluarga di sana. Kalau gini ya harus merelakan semuanya. Kemarin saya sempat cek dulu ternyata memang sudah nonaktif, baru saya urus yang baru," ujar Ali di kantor Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (29/4).

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:27 WIB

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:46 WIB

85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB

WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:22 WIB

Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:10 WIB

179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB