JAKARTA RAYA- Predikat Jakarta Barat yang dipersamakan dengan Gotham City, kota fiktif dalam film Batman yang identik dengan tingginya tingkat kriminalitas ditolak anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB, Ruslan.

Menurut Ruslan, penyematan julukan tersebut tidak menggambarkan kondisi Jakarta Barat secara keseluruhan.

Ia menilai persoalan kriminalitas tidak hanya terjadi di Jakarta Barat, tetapi juga dapat ditemukan di wilayah lain di DKI Jakarta dengan tingkat intensitas yang berbeda-beda.

“Kalau saya melihat Jakarta Barat dipersamakan dengan Gotham City, artinya tindak kriminal dianggap sangat mengkhawatirkan. Saya rasa tidak begitu. Kondisi di DKI Jakarta, baik Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan maupun Jakarta Timur, perbedaannya hanya pada intensitasnya saja,” ujar Ruslan, Senin (8/6/2026).

Ketua DPC PKB Jakarta Barat itu mengatakan masih banyak kawasan di Jakarta Barat yang aman, kondusif, dan terkendali.

Menurutnya, kasus kriminalitas umumnya terjadi di beberapa titik tertentu yang memiliki kepadatan penduduk tinggi atau kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian lebih.

“Jakarta Barat tidak seseram itu. Banyak wilayah yang sangat aman dan masyarakatnya hidup dengan nyaman. Memang ada beberapa daerah tertentu yang perlu penanganan khusus, tetapi tidak bisa digeneralisasi bahwa seluruh Jakarta Barat identik dengan kriminalitas,” katanya.

Anggota DPRD DKI 3 periode itu menegaskan dirinya tidak setuju jika Jakarta Barat disamakan dengan Gotham City karena selama ini dapat beraktivitas dan bersosialisasi dengan baik di wilayah tersebut.

“Saya tidak setuju kalau Jakarta Barat dipersamakan dengan Gotham City. Saya sendiri merasa nyaman berkegiatan dan bersosialisasi di Jakarta Barat,” ujarnya.

Meski demikian, Ruslan mengakui penguatan sinergi tiga pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, tetap diperlukan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas. Ia menilai upaya deteksi dini dan pencegahan harus terus ditingkatkan agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat diatasi sejak awal.

Sebagai contoh, Ruslan menyebut warga di RW 11 Kelurahan Kalideres telah mengaktifkan kembali kegiatan siskamling dan Jam Belajar Malam (JBM) sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami bersama ketua RW, para ketua RT, dan masyarakat menghidupkan kembali siskamling serta Jam Belajar Malam. Ini penting untuk menjaga lingkungan sekaligus mengarahkan anak-anak dan remaja ke kegiatan yang lebih positif,” jelasnya.

Selain itu, Ruslan juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan permukiman. Menurutnya, keberadaan CCTV dapat membantu mencegah kenakalan remaja maupun tindak kriminal karena aktivitas masyarakat dapat terpantau dengan lebih baik.

“Banyak wilayah yang belum memiliki CCTV. Ini bisa menjadi perhatian pemerintah karena keberadaan CCTV dapat membantu mendeteksi dan mengantisipasi tindak kriminal,” katanya.

Bendahara Fraksi PKB di DPRD DKI itu menambahkan, menjaga kondusivitas Jakarta Barat membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Ia meyakini dengan koordinasi yang baik, keamanan wilayah dapat terus ditingkatkan tanpa harus memberikan stigma negatif kepada Jakarta Barat.
“Masih banyak wilayah di Jakarta Barat yang aman dan kondusif. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan agar situasi tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya. (hab)