JAKARTA RAYA, Depok — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 899/Bata Satya Gardapati (BSG), Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel sekaligus memastikan kesiapan prajurit Yonif TP 899/BSG dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam kesempatan itu, Menhan memberikan pengarahan langsung kepada seluruh prajurit mengenai pentingnya profesionalisme, disiplin, dan kesiapan operasional.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa setiap prajurit TNI harus memiliki kesiapan untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya di kawasan ibu kota negara.
Menurutnya, kesiapan bertugas dari Sabang hingga Merauke merupakan bentuk tanggung jawab setiap prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Setiap prajurit harus siap ditempatkan dan mengabdi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Kesiapan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sjafrie.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan tempur dan profesionalisme tidak dapat dipisahkan dari latihan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, latihan menembak, pembinaan fisik, serta pemeliharaan kesehatan dan kebugaran harus menjadi budaya di lingkungan satuan.
Menurut Menhan, prajurit yang sehat dan terlatih akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas, baik operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
Pada kesempatan yang sama, Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi mengingatkan pentingnya membangun kebersamaan dan menjaga kekompakan di lingkungan satuan.
Ia menilai keberagaman latar belakang prajurit yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga sebagai modal persatuan.
“Di sini kita adalah keluarga. Kalau ada persoalan, sampaikan. Jangan dipendam sendiri. Kalau ada yang sakit atau mengalami kesulitan, laporkan kepada komandan agar dapat kita bantu,” tegas Deddy Suryadi.
Pangdam juga menekankan bahwa komunikasi terbuka antara prajurit dan unsur pimpinan merupakan bagian penting dari pembinaan personel. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga solusi dapat diberikan secara cepat dan tepat.
Kunjungan kerja Menhan RI ke Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati diharapkan semakin meningkatkan motivasi, moral, dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Selain menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini juga menunjukkan perhatian pimpinan TNI dan Kementerian Pertahanan terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia di jajaran Kodam Jaya/Jayakarta.
Turut mendampingi kunjungan tersebut antara lain Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan), Karo TU dan Protokol Kementerian Pertahanan, Danrem 051/Wijayakarta, serta para Pejabat Utama Kodam Jaya. (hab)


Tinggalkan Balasan