JAKARTA RAYA, Semarang – Memahami kebutuhan anak sejak masa awal kehidupan menjadi salah satu kunci dalam mendukung tumbuh kembang secara optimal. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase penting karena berbagai fondasi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak mulai terbentuk.
Melihat pentingnya fase tersebut, Kalbe Nutritionals melalui Morinaga menghadirkan Early Life Nutrition 2026: Next Gen(re)parenting di Semarang. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua untuk memperkaya pemahaman mengenai pengasuhan, nutrisi, kesehatan, dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan tersebut, Morinaga mengajak orang tua melihat kembali pola pengasuhan di tengah semakin banyaknya informasi dan ekspektasi mengenai parenting. Orang tua tidak hanya mendapatkan informasi dari para ahli, tetapi juga diajak berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam mendampingi anak.
Kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif dengan membahas sejumlah persoalan yang dekat dengan keseharian orang tua, mulai dari perkembangan otak, kesehatan saluran cerna, risiko alergi hingga picky eater.
Salah satu sesi utama dalam Early Life Nutrition 2026 adalah talk show “Fact or Feeling”. Dalam sesi ini, peserta diajak merespons berbagai pernyataan mengenai tumbuh kembang anak sebelum mendapatkan penjelasan dari para ahli.
Format tersebut membantu orang tua memahami perbedaan antara informasi yang tepat dan asumsi yang berkembang di masyarakat. Pada saat yang sama, peserta juga diajak memahami bahwa setiap anak memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.
Dokter Anak, dr. Hendra Wardhana, Sp.A, mengatakan kebutuhan anak dapat berubah pada setiap tahapan tumbuh kembang. Karena itu, stimulasi dan pemenuhan nutrisi perlu diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing anak.
“Setiap tahap tumbuh kembang anak memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Untuk mendukung Si Kecil tumbuh menjadi Future Leader, stimulasi yang tepat perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” ujar Hendra.
Menurut dia, pemahaman orang tua dibutuhkan untuk memberikan dukungan pada berbagai aspek tumbuh kembang, termasuk perkembangan otak, kesehatan saluran cerna, kondisi anak yang tidak cocok dengan susu sapi, hingga menghadapi picky eater.
Selain aspek kesehatan dan nutrisi, Early Life Nutrition 2026 turut membahas pentingnya keterlibatan emosional orang tua dalam proses pengasuhan.
Keinginan memberikan yang terbaik bagi anak terkadang membuat orang tua memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri maupun anak. Padahal, setiap keluarga memiliki perjalanan pengasuhan yang berbeda.
Psikolog, Indah Sundari Jayanti, S.Psi., M.Psi., mengatakan kecerdasan emosional menjadi salah satu bekal penting bagi anak dalam mengembangkan potensi dirinya.
“Kecerdasan emosional merupakan salah satu bekal penting bagi Si Kecil untuk tumbuh menjadi Future Leader. Karena itu, peran orang tua dibutuhkan hadir dan terlibat bukan hanya secara fisik, tetapi secara emosional untuk membantu anak mengenali serta mengelola emosinya,” kata Indah.
Ia menambahkan, lingkungan yang suportif dapat membantu anak mengembangkan kecerdasan dan potensinya secara optimal.
Perspektif orang tua dalam kegiatan tersebut turut disampaikan Patricia Gouw. Momfluencer itu membagikan pengalaman personalnya dalam menjalani peran sebagai ibu, termasuk berbagai kekhawatiran ketika berusaha memberikan yang terbaik bagi anak.
Menurut Patricia, proses mendampingi anak membutuhkan perhatian terhadap nutrisi, stimulasi, sekaligus kehadiran orang tua dalam setiap tahap perkembangannya.
“Sebagai seorang Bunda, saya ingin mempersiapkan Si Kecil agar kelak dapat tumbuh menjadi Future Leader. Melalui Morinaga, saya belajar bahwa proses tersebut dapat dimulai sejak dini melalui pemenuhan nutrisi yang sesuai, stimulasi yang tepat, serta kehadiran orang tua dalam memahami dan mendukung setiap tahap tumbuh kembangnya,” ujar Patricia.
Ia berharap orang tua dapat terus memberikan dukungan sekaligus ruang bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Melalui filosofi “Beyond Nutrition: Nurturing the Best Today for Tomorrow’s Future Leaders”, Morinaga menilai dukungan terhadap masa depan anak tidak hanya berkaitan dengan nutrisi.
Stimulasi, pengalaman, dukungan emosional, dan lingkungan yang positif juga menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak. Berbagai aspek tersebut diharapkan dapat membantu anak mengeksplorasi kemampuan dan potensinya sejak dini.
Kegiatan Early Life Nutrition 2026: Next Gen(re)parenting di Semarang digelar pada 5 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian edukasi Morinaga yang menyasar orang tua di sejumlah kota di Indonesia.
Selain orang tua, rangkaian Early Life Nutrition 2026 juga menyasar dokter anak di enam kota. Di Semarang, kegiatan untuk tenaga medis digelar pada 6 September 2026 dengan tema “Building a Resilient Foundation to Shape Children’s Brightest Future.”
Dalam kegiatan tersebut, Morinaga turut menghadirkan mini talk show MoriTalks Podcast yang membahas berbagai topik seputar nutrisi, stimulasi, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.
Sesi edukatif tersebut selanjutnya akan disiarkan melalui media sosial dengan tagar #MoriTalks.
Melalui rangkaian edukasi bagi orang tua dan tenaga medis, Morinaga berharap semakin banyak pihak memiliki pemahaman yang tepat mengenai kebutuhan anak sehingga dapat memberikan dukungan nutrisi, stimulasi, dan pendampingan yang sesuai sejak dini. (hab)


Tinggalkan Balasan