JAKARTA RAYA – Idul Adha sebentar lagi. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Perumda Dharma Jaya sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, menyiapkan ribuan ekor sapi untuk qurban. Dari berbagai ukuran.
Sapi-sapu tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta yang ingin berqurban pada tahun ini. Sapi-sapi ini berasal dari sejumlah daerah penghasil ternak seperti Kupang, Bali, Bima dan Sumbawa dan lainnya.
Seluruh hewan qurban yang disediakan Perumda Dharma Jaya telah melalui pemeriksaan ketat dan dinyatakan sehat serta layak oleh petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta.
Tak hanya itu. Perumda Dharma Jaya juga menyiagakan lebih dari 100 petugas. Mulai dari tim Rumah Potong Hewan (RPH), Juru Sembelih Halal (Juleha) hingga petugas khusus pengemasan dan distribusi untuk memudahkan pemotongan hewan qurban saat Idul Adha nanti.

Toni, 6 Tahun Jadi Juleha
Toni (50), menceritakan pengalamannya menjadi tim Juleha Dharma Jaya. Pria asal Lebak, Banten, ini menjadi Juleha di Dharma Jaya karena tugas yang diberikan oleh perusahaan.
“Pada saat itu Perusahaan membutuhkan tambahan Juleha, sehingga saya diikut sertakan mengikuti pelatihan Juleha, dan sampai sekarang saya bertugas sebagai juleha di Rumah Potong Hewan Perumda Dharma Jaya,” ungkapnya kepada Jakarta Raya, Rabu (22/4/2026)
Toni telah 6 tahun menjadi Juleha di Dharma Jaya. Meski demikian, setiap tahun ia masih mengikuti pelatihan Juleha yang di selenggarakan oleh DKPKP provinsi DKI Jakarta.
“Untuk menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan teknologi pemotongan hewan,” alasannya kenapa masih ikut pelatihan.
Toni pun menceritakan pengalaman suka dan dukanya menjadi Juleha. “Sukanya adalah sebagai nilai ibadah dan pahala, memiliki keterampilan khusus, kebersamaan dan solidaritas antar juleha. Dukanya adalah risiko kerja yang tinggi seperti ditendang sapi dan tersayat pisau,” ungkapnya.
Sebagai Juleha di BUMD yang melayani pemotongan hewan, Toni mengaku dalam sehari memotong sekitar 120 ekor sapi, yang dibagi menjadi 4 Juleha.
“Harapanya, karena profesi juleha adalah profesi yang amanah, profesional, diakui, dan berkontribusi besar dalam menjaga kehalalan pangan umat, kiranya dapat dikembangkan,” ujarnya.
Toni pun membeberkan syarat utama menjadi Juleha, yaitu:
a) Beragama Islam
b) Baligh dan berakal
c) Memahami fiqih penyembelihan
d) Memiliki keterampilan teknis
e) Mengikuti pelatihan dan sertifikasi
f) Sehat jasmani dan Rohani
g) Berakhlak baik dan Amanah
Meski telah lama berkecimpung di Juleha, namun Toni mengaku tidak ada putra atau saudaranya yang berminat meneruskan profesinya.
“Hingga saat ini anak belum ada yang berminat manjadi Juleha,” pungkasnya. (DM/MAN)


Tinggalkan Balasan