JAKARTA RAYA, Bekasi – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Bekasi guna memastikan stabilitas harga pangan menjelang Idul Adha 2026.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Dari hasil pemantauan di sejumlah pasar di Bekasi dan Jakarta, mayoritas harga komoditas terpantau stabil.
“Secara umum harga masih kondusif. Kami sudah cek langsung di pasar, termasuk telur, bawang, minyak goreng, hingga kebutuhan sekunder lainnya masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau lokasi, Rabu (15/4/2026).
Namun demikian, terdapat kenaikan harga pada komoditas daging sapi. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp140.000 per kilogram kini naik menjadi Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai sebagai faktor musiman menjelang Idul Adha, di mana permintaan meningkat untuk kebutuhan kurban.
Selain pangan, isu lain yang mencuat dalam sidak tersebut adalah lonjakan harga plastik kemasan. Harga plastik dilaporkan naik hingga 40–50 persen akibat kelangkaan bahan baku biji plastik di pasaran, yang berdampak langsung pada biaya operasional pedagang.
Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk mengatasi persoalan ini, termasuk membuka opsi dukungan pasokan bahan baku dari luar negeri guna menstabilkan harga.
Sebagai solusi sementara, Perum Bulog mendorong pedagang kecil untuk menggunakan alternatif kemasan ramah lingkungan seperti kertas atau paper bag. Langkah ini dinilai dapat membantu menekan biaya sekaligus menjadi solusi transisi hingga pasokan plastik kembali normal.
Sidak ini juga melibatkan unsur TNI dan Dinas Ketahanan Pangan sebagai bagian dari upaya koordinatif menjaga stabilitas harga di pasar tradisional. Pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini harga bahan pangan pokok masih berada dalam batas wajar dan sesuai dengan HET maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).
Ke depan, Perum Bulog akan terus melakukan pemantauan intensif di berbagai daerah guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan. (hab)


Tinggalkan Balasan