JAKARTA RAYA — Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia resmi menutup Program Magang Nasional Batch 2 di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang kerja bagi lulusan baru perguruan tinggi di Indonesia.

Program Magang Nasional Batch 2 berlangsung selama enam bulan, mulai 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026.

Sebanyak 62.128 peserta mengikuti program ini. Para peserta berasal dari perguruan tinggi negeri, swasta, hingga universitas Islam negeri di berbagai daerah.

Pelaksanaan program melibatkan 4.015 perusahaan penyelenggara, 2.332 instansi pemerintah, serta didukung oleh 19.158 mentor.

Program ini diselenggarakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 dan peraturan Direktorat Jenderal terkait.

Tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kompetensi peserta, baik hard skill maupun soft skill, guna menjawab kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kerja.

Selain itu, program magang juga bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi lulusan baru agar lebih siap bersaing di dunia kerja serta membuka peluang karier permanen bagi para peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan seluruh peserta Program Magang Nasional Batch 2 menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) di wilayah masing-masing.

“Peserta batch 2 sekitar 62 ribu orang, ditambah Magang Nasional Batch I sekitar 16 ribu, jadi total sebanyak 78 ribu peserta magang telah menyelesaikan program Batch I dan Batch II,” ujar Yassierli usai acara penutupan.

Ia menjelaskan, Kemnaker mendorong para peserta untuk melanjutkan peningkatan kompetensi melalui sertifikasi profesi agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting karena memberikan pengakuan resmi atas keterampilan yang diperoleh peserta selama menjalani praktik kerja.

Kemnaker juga membuka fasilitasi sertifikasi gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. Pendaftaran sertifikasi dibuka pada 8–19 Juni 2026 melalui platform MagangHub.

Lebih lanjut, Yassierli menyebut hasil evaluasi Program Magang Nasional sejauh ini menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, baik dari peserta maupun perusahaan penyelenggara.

“Kita juga mendapatkan hasil evaluasi Magang Nasional Batch I, ada sekitar 35 persen peserta magang ditawari bekerja di tempat mereka magang,” katanya.

Data tersebut diperoleh dari evaluasi terhadap sekitar 14 ribu peserta Batch I. Sementara evaluasi untuk Batch II masih akan dilakukan.

Yassierli berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 3 tahun 2026.

Ia juga menegaskan Kemnaker ingin memperluas jangkauan program agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia.

“Target kita memberikan kesempatan terkait exposure dunia kerja dan peningkatan kompetensi. Kami yakin jika desain program semakin baik, maka sebaran Magang Nasional juga akan semakin merata,” ujar Yassierli. (sin)