JAKARTA RAYA — PT Jakarta OSES Energi (PT JOE), anak usaha PT Jakarta Propertindo, memperkuat langkah pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di ICE BSD City.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur PT Jakarta OSES Energi, Astar Simorangkir, bersama Sekretaris Jenderal ADPMET, Andang Bachtiar.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas perusahaan daerah pemegang PI 10 persen, sekaligus membangun tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di sektor energi daerah.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas perusahaan pemegang PI 10 persen, membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong keberlanjutan bisnis perusahaan daerah pengelola PI,” ujar Astar dalam keterangannya di sela IPA Convex 2026, Jumat (22/5/2026).
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola pengelolaan PI 10 persen, pengembangan kolaborasi antar pengelola PI di berbagai daerah, hingga peningkatan pemahaman terkait pengelolaan participating interest.
Selain memperkuat aspek kelembagaan, keikutsertaan PT JOE dalam IPA Convex 2026 juga dimanfaatkan untuk menampilkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan di wilayah operasional, khususnya di Kepulauan Seribu.
Dalam sesi pemaparan, PT JOE memperkenalkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Pulau Sabira dan wilayah lain di Kepulauan Seribu sebagai bagian dari mandat perusahaan dalam mengelola PI 10 persen Wilayah Kerja SES di DKI Jakarta.
Program TJSL tersebut mencakup empat fokus utama, yakni penguatan ekonomi lokal melalui dukungan sarana UMKM, peningkatan layanan kesehatan masyarakat termasuk khitanan massal di Pulau Sabira, pembangunan infrastruktur dasar seperti renovasi masjid dan fasilitas sanitasi, serta penguatan program lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem laut.
Perhatian pengunjung juga tertuju pada kehadiran perwakilan masyarakat Pulau Sabira yang membawa produk UMKM binaan untuk dipromosikan dalam ajang tersebut. Ketua RT 04 Pulau Sabira, Siti Fatimah, bersama Sekretaris RT 01 Pulau Sabira, Rohaenah, hadir memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung IPA Convex 2026.
Menurut Astar, program TJSL yang dijalankan perusahaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui IPA Convex 2026 ini, kami ingin berbagi pengalaman sekaligus menginspirasi perusahaan lain untuk menjalankan TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai BUMD DKI Jakarta yang mendapat mandat pengelolaan PI 10 persen WK SES, PT JOE menyatakan akan terus memperkuat kapasitas perusahaan, memperluas kolaborasi industri migas nasional, serta mendorong kontribusi berkelanjutan bagi pendapatan daerah dan pemberdayaan masyarakat Kepulauan Seribu. (Hab)


Tinggalkan Balasan