Sebut Politik Dinasti di DIY, Ade Armando Bikin Geram Warga Yogyakarta

Senin, 4 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ade Armando sebut Yogyakarta politik dinasti

Ade Armando sebut Yogyakarta politik dinasti

JAKARTA RAYA – Ade Armando kembali membuat heboh warga DIY. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengkritik BEM UGM dan UI tentang langkah mereka yang mengusung isu politik Dinasti presiden Jokowi dengan menyebut politik Dinasti sesungguhnya terjadi di wilayah DIY, wilayah yang notabene lokasi kampus UGM.

Sontak pernyataan tersebut memicu kemarahan warga DIY dan ada yang berencana melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPW PSI DIY. Sejumlah elemen masyarakat bakal bergabung dalam aksi tersebut.

Baliho-baliho Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Gunungkidul lenyap. Kebetulan Senin (4/12/2023) ini, Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan Lumbung Mataraman di Kelurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar Gunungkidul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan anehnya, banyak baliho-baliho PSI yang hilang. Bahkan baliho-baliho yang sebelumnya banyak bertebaran tersebut lenyap usai pernyataan kontroversial dari politisi mereka Ade Armando yang menyoal politik Dinasti di DIY.

Dari pantauan media ini, Baliho PSI yang berada di jalan Jogja-Wonosari dari Sambipitu hingga Kota Wonosari sudah banyak yang hilang. Kemudian jalan Wonosari-Nglipar juga hilang dan sudah tidak ditemukan lagi baliho tersebut.

Di jalan Jogja-Wonosari, yang tersisa hanyalah satu Baliho di Batas Kota di Kelurahan Logandeng Kapanewon Wonosari. Itupun terpasang bergandengan dengan baliho lain. Kemudian di Jalan Wonosari-Nglipar yang tersisa hanya di utara perempatan Budegan yang berasa di kalurahan Karangtengah Kapanewon Wonosari.

Baca Juga :  Usai Bertemu Puan, Kaesang Langsung Safari Politik ke Ketua Umum PBNU Lanjut Ke Muhammadiyah

Padahal sebelumnya puluhan baliho bergambar Kaesang ataupun presiden Jokowi terpasang rapi di jalan Jogja-Wonosari sepanjang 12 kilometer ini. Namun kini sudah tidak ada bebarengan dengan tiang penyangganya.

Selain di jalan Jogja-Wonosari, baliho di jalan Sambilitu-Nglipar yang dilewati oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X menuju ke lokasi acara di Kelurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar juga bersih dari baliho PSI.

Baliho PSI memang masih banyak yang terpasang namun hanya di jalan alternatif. Meski masih terpasang, sebagian ada yang dirusak dan mendapat coretan dari tangan-tangan jahil. Seperti di jalan Nglanggeran-Sambipitu ada beberapa yang dirusak.

Tukimin, pedagang angkringan yang berada di Kelurahan Bandung Kapanewon Playen membenarkan jika sudah tidak ada lagi baliho PSI di dekatnya berjualan di pinggir jalan Jogja-Wonosari. Padahal sebelumnya puluhan baliho dipasang setiap 200 meter selalu ada gambar Jokowi atau Kaesang dengan lambang PSI.

Baca Juga :  Peneliti BRIN Sebut Etika Politik Diperlukan Negara dalam Pemilu, Agar Hasilnya Tak Cacat Hukum

“Iya sekarang sudah tidak ada. Ndak tahu yang bersihkan siapa,” kata dia, Senin (4/12/2023)

Beberapa waktu yang lalu, baliho-baliho tersebut memang ada yang dibersihkan oleh Sat Pol PP Gunungkidul. Namun setelah pembersihan sudah ada baliho PSI yang kembali terpasang di beberapa titik.

“Di Playen sana dipasang kembali kok. Ada gambarnya pak Prabowo,” terangnya.

Muhammad Hari awan, pemuda yang berangkat dari Kota Wonosari menuju ke Nglipar mengakui memang baliho PSI di sepanjang yang ia lalui sudah tidak ada lagi. Tinggal di sebelah utara perempatan Budegan Kalurahan Karangtengag Kapanewon Wonosari.

“Tadi tinggal satu. Padahal ketika saya lewat kemarin-kemarin masih sangat banyak, “kata dia.

Surya, warga yang ditemui di Perempatan Ngalang-jalan Baru di Jalan Sambipitu-Nglipar juga heran jika sudah tidak ada lagi baliho PSI. Padahal sebelumnya banyak baliho PSI yang terpasang sangat rapat dan jumlahnya lebih banyak dari paetai lain.

“Iya ya. Kok tidak ada,”terangnya.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPC PSI Gunungkidul Danang Ardiyanto belum bisa dikonfirmasi. Pesan singkat yang disampaikan Nomer handphonenya juga belum ada respon. Ketika dihubungi juga belum direspon.(hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Anggota Baleg DPR RI : Meski Masuk Prolegnas Prioritas, Revisi UU MD3 Belum Tentu Dilanjutkan
Berbagi Ramadan PWI Jaya, Paket Sembako dan Santunan untuk Dhuafa dan Warakawuri
KPU Ucapkan Terima Kasih Atas Kinerja PPK dan PPS
Selama Libur Paskah, 298.370 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
Menjual BBM Pertamax Palsu Empat SPBU Ditutup
Flag Off Keberangkatan 5 April di Silang Monas 88 BUMN Gelar Mudik Gratis
Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 Tarif Tol Tidak Naik
Polri Evaluasi Buffer Zone Arah Merak untuk Cegah Macet saat Mudik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 April 2024 - 16:07 WIB

Anggota Baleg DPR RI : Meski Masuk Prolegnas Prioritas, Revisi UU MD3 Belum Tentu Dilanjutkan

Jumat, 5 April 2024 - 17:19 WIB

Berbagi Ramadan PWI Jaya, Paket Sembako dan Santunan untuk Dhuafa dan Warakawuri

Jumat, 5 April 2024 - 08:11 WIB

KPU Ucapkan Terima Kasih Atas Kinerja PPK dan PPS

Senin, 1 April 2024 - 09:53 WIB

Selama Libur Paskah, 298.370 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Senin, 1 April 2024 - 09:23 WIB

Menjual BBM Pertamax Palsu Empat SPBU Ditutup

Kamis, 28 Maret 2024 - 10:41 WIB

Flag Off Keberangkatan 5 April di Silang Monas 88 BUMN Gelar Mudik Gratis

Rabu, 27 Maret 2024 - 10:36 WIB

Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 Tarif Tol Tidak Naik

Selasa, 26 Maret 2024 - 09:55 WIB

Polri Evaluasi Buffer Zone Arah Merak untuk Cegah Macet saat Mudik

Berita Terbaru

Kriminal

Polsek Cengkareng Periksa Lima Saksi dalam Kasus Anak Bacok Ibu

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:48 WIB

Caption Tugu Monas yang menjadi icon Jakarta.(ist)

Pemerintahan

Pansus Pasca IKN DPRD DKI Persiapkan Jakarta sebagai Kota Aglomerasi

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:44 WIB

Politik

Prabowo-Titiek, Rujuk?

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:30 WIB