Soal Gibran Ingin Libatkan Megawati Dalam Susun Kabinet, Politikus PDIP: Gimik Politik dan Kekanak-Kanakan

Senin, 6 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati belum memecat Gibran dari kader PDIP

Megawati belum memecat Gibran dari kader PDIP

JAKARTA RAYA – Politikus PDI-Perjuangan, Masinton Pasaribu turut angkat bicara ihwal keinginan wakil presiden terpilih 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka, untuk melibatkan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Sorkarnoputri dalam menyusun kabinet.

Masinton mengingatkan, penyusunan kursi kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Ia pun menyarankan Gibran untuk mempelajari tugas dan wewenang jabatan pimpinan negara sebelum berbicara.

“Penyusunan kabinet kewenangan prerogatif presiden. Sebelum bicara agar membaca dan mempelajari dulu tugas dan kewenangan masing-masing yang diatur dalam UUD 1945 Presiden mengangkat dan memberhentikan Menteri-menteri Pasal 17 ayat 2,” terang Masinton saat dihubungi, Minggu (5/5/2024).

Atas dasar itu, Masinton menilai, keinginan Gibram untuk melangsungkan komunikasi politik kepada Megawati merupakan gimik belaka. Bahkan, ia menilai Gibran telah menunjukan kekanak-kanakan.

“Komunikasi politik yang bukan merupakan tugas dan kewenangannya hanya merupakan gimmick politik dan kekanak-kanakan,” tandasnya.

Baca Juga :  Polsek Cengkareng Periksa Lima Saksi dalam Kasus Anak Bacok Ibu

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka ingin melibatkan banyak tokoh-tokoh senior dalam pembentukan kabinetnya. Tidak terkecuali, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut diungkapkan Gibran saat diwawancarai di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Kamis (2/4/2024).

“Ya nanti, senior-senior tokoh-tokoh ketua-ketua kami mintai masukan tidak terkecuali beliau (Megawati),” ujarnya.

Namun, Gibran mengaku belum ada komunikasi terkait hal tersebut dengan Megawati. “Belum,” katanya. (hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

DKPP Panggil Desta Dalam Sidang Pemeriksaan Dugaan Kasus Asusila Ketua KPU
‘Angin Perubahan’ Ajak Perempuan Tingkatkan Kontribusi kepada Bangsa
Jemaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Jimat, Ancaman Penjara dan Deportasi
Jemaah Indonesia Dilarang Kibarkan Spanduk hingga Bendera di Sekitar Masjid Nabawi
Wadidaw! Legislator PDIP Ini Usul Money Politics Dilegalkan
Pj Gubernur Jakarta, Pj Gubernur NTT dan Stafsus Menteri Hadiri Sidang Disertasi Notaris Ira Sudjono
JMSI Tolak RUU Penyiaran yang Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers
Pedangdut Nayunda Terseret Kasus Pencucian Uang SYL
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 14:24 WIB

DKPP Panggil Desta Dalam Sidang Pemeriksaan Dugaan Kasus Asusila Ketua KPU

Selasa, 21 Mei 2024 - 07:26 WIB

‘Angin Perubahan’ Ajak Perempuan Tingkatkan Kontribusi kepada Bangsa

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:23 WIB

Jemaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Jimat, Ancaman Penjara dan Deportasi

Jumat, 17 Mei 2024 - 13:19 WIB

Jemaah Indonesia Dilarang Kibarkan Spanduk hingga Bendera di Sekitar Masjid Nabawi

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:25 WIB

Wadidaw! Legislator PDIP Ini Usul Money Politics Dilegalkan

Rabu, 15 Mei 2024 - 13:12 WIB

Pj Gubernur Jakarta, Pj Gubernur NTT dan Stafsus Menteri Hadiri Sidang Disertasi Notaris Ira Sudjono

Rabu, 15 Mei 2024 - 03:23 WIB

JMSI Tolak RUU Penyiaran yang Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers

Senin, 13 Mei 2024 - 15:10 WIB

Pedangdut Nayunda Terseret Kasus Pencucian Uang SYL

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB