Tangsel Juara Polusi Udara

Rabu, 20 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadar PM2,5 rata-rata di Tangsel sepanjang tahun lalu ada di angka 71,1 µg/m3. Polusi udara terparah di Tangsel terjadi pada Mei 2023 dengan kadar PM2,5 mencapai 94,2 µg/m3.

JAKARTA | JAKARTA

Tangerang Selatan menempati urutan pertama (juara) sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia sepanjang Tahun 2023. Polusinya lebih buruk ketimbang Jakarta hingga Palembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringkat terburuk itu berdasarkan dari laporan Kualitas Udara Dunia Tahunan ke-6 yang dirilis oleh perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir.

IQAir mengungkap, laporan tahun ini berdasarkan data yang terkumpul lebih dari 30.000 stasiun pemantauan kualitas udara di 7.812 lokasi di 134 negara, wilayah, dan kawasan yang telah dianalisis para ilmuwan.

Pengukuran berdasarkan kadar PM2,5, partikel padar yang beredar di udara dengan ukuran lebih kecil dari rambut dibelah tujuh; 2,5 mikrometer. Polusi berasal dari asap kendaraan bermotor, industri, PLTU, dan pembakaran bahan bakar fosil lainnya.

Baca Juga :  Gelar Acara Isbat Nikah Gratis untuk Warga Bekasi, Tri Adhianto Diduga ‘Palak’ Organisasi Perangkat Daerah

Merujuk laporan IQAir, kadar PM2,5 rata-rata di Tangsel sepanjang tahun lalu ada di angka 71,1 µg/m3. Polusi udara terparah di Tangsel terjadi pada Mei 2023 dengan kadar PM2,5 mencapai 94,2 µg/m3.

Secara global, peringkat Tangsel di deretan kota-kota dunia ada di ranking 41. Kemudian, di peringkat kedua kota RI dengan kualitas udara terburuk sepanjang 2023 ada Kota Tangerang dengan kadar PM2,5 rata-rata mencapai 54,1 µg/m3.
Tangerang secara global ada di peringkat 101 deretan kota-kota dunia dengan polusi udara.

Peringkat ketiga RI diduduki oleh Bekasi dengan kadar PM2.5 mencapai 49,9 µg/m3. Peringkatnya secara global adalah 133. Di posisi selanjutnya ada Jakarta (43,8 µg/m3) dan Bandung (39,6 µg/m3).

Masalah polusi udara, khususnya di wilayah Jabodetabek. sempat menjadi sorotan nasional periode Agustus-September 2023. Sejumlah cara dilakukan untuk membersihkan langit dari polusi.

Baca Juga :  Gerakan Sekolah Menyenangkan Terwujud di Kabupaten Tangerang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sempat beberapa kali menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah polusi udara di Jabodetabek.

Jokowi juga sempat bicara soal penyebab kualitas udara di Jabodetabek. Menurut dia ada sejumlah faktor yang menyebabkan polusi udara semakin memburuk di Jakarta dan sekitarnya kala itu.

“Memang terdapat beberapa faktor yang menyebabkan situasi ini, antara lain kemarau panjang selama tiga bulan terakhir, yang menyebabkan konsentrasi polutan tinggi,” ungkap Jokowi saat itu.

“Serta pembuangan emisi dari transportasi dan juga aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di industri manufaktur,” imbuhnya.

Jokowi kemudian mengeluarkan sejumlah ‘jurus’ untuk menangani masalah polusi udara di Jabodetabek, di antaranya penerapan bekerja secara hybrid, rekayasa cuaca, pembatasan emisi, pengawasan PLTU, hingga menambah ruang terbuka hijau. (jr)

Penulis : il

Berita Terkait

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua
PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya
85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama
Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan
Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS
179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?
Berita ini 9 kali dibaca
Tangerang Selatan menempati urutan pertama (juara) sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia sepanjang Tahun 2023. Polusinya lebih buruk ketimbang Jakarta hingga Palembang. Peringkat terburuk itu berdasarkan dari laporan Kualitas Udara Dunia Tahunan ke-6 yang dirilis oleh perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir.

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:27 WIB

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:46 WIB

85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB

WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:22 WIB

Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:10 WIB

179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB