179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kabupaten Bekasi

Kantor Kabupaten Bekasi

JAKARTA RAYA – Pemerintahan desa (Pemdes) se-Kabupaten Bekasi dijadwalkan akan melakukan bimbingan teknis ke Provinsi Bali pada tanggal 6 sampai 10 Mei 2024. Tercatat, sebanyak 179 pemerintahan desa se-Kabupaten Bekasi dipastikan akan mengikuti kegiatan tersebut.

Seorang sumber pemdes setempat mengatakan, bimbingan teknis ini mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Tata Kelola Pemerintahan Desa dan Inovasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Kabupaten Bekasi Tahun 2024”.

“Setiap desa mengirimkan dua orang peserta yaitu kepala desa dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” terangnya, Jum’at (3/5/2024). “Setiap peserta bimtek dikenakan biaya sebesar Rp15 juta. Jadi kalau dua orang, maka setiap desa harus membayar Rp30 juta” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bekasi Rahmat Atong, serta pihak Kejaksaan Negeri Bekasi.

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tersebut mendapat sorotan dari Center For Publik Policy Studies Indonesia (CPSSI) Seylla Dona. Dia menilai bahwa kegiatan bimtek ini tidak efektif dan hanya akan menghabiskan anggaran desa.

Baca Juga :  Ngabuburit Naik Bus Jawara

“Jika bimtek ini hanya untuk peningkatan kompetensi tata kelola pemerintahan desa, tidak perlu diadakan jauh-jauh di Bali. Cukup dilaksanakan di Bekasi dan menghadirkan narasumber yang kompeten,” kata Seylla, baru-baru ini.

Padahal kata Seylla, bahwa bimtek serupa dapat diselenggarakan di lokasi yang lebih dekat, seperti Bekasi, dengan mengundang narasumber yang ekseprt di bidangnya.

Hal ini dianggap lebih efektif dan hemat anggaran dibandingkan menggelar bimtek di Bali yang memerlukan biaya lebih besar.

Sedangkan jika tujuannya untuk meningkatkan inovasi Bumdesa di Kabupaten Bekasi, dia menilai Bali bukan tempat yang tepat.

“Potensi desa di Kabupaten Bekasi berbeda dengan desa-desa di Provinsi Bali. Kabupaten Bekasi merupakan wilayah industri, sedangkan Bali maju di sektor pariwisatanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Waralaba Paling Menarik Untuk Pebisnis Pemula Memulai Usaha

Meski begitu, Seylla mengakui ada beberapa desa di Kabupaten Bekasi berpotensi dalam meningkatkan sektor pariwisatanya, namun jumlahnya sangat terbatas.

“Jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Jadi, tidak semua desa wajib mengikuti bimtek di Bali. Jika semuanya ikut, dikhawatirkan hanya akan menjadi ajang liburan,” tegasnya.

Dirinya juga mempertanyakan relevansi mengikutsertakan seluruh desa dalam bimtek di Bali, mengingat perbedaan potensi dan fokus pembangunan antara desa-desa di Kabupaten Bekasi dan Bali.

Oleh karena itu, Seylla mengusulkan agar hanya desa-desa tertentu saja yang memang membutuhkan peningkatan sektor pariwisata yang mengikuti bimtek tersebut.

Selain itu, Seylla juga mempertanyakan mengapa direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dari setiap desa tidak diajak untuk mengikuti bimtek tersebut jika salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan inovasi BUMDesa.

“Dengan tidak diajaknya direktur BUMDesa, dapat kita lihat bahwa kegiatan bimtek ini hanya bersifat seremonial belaka,” tegasnya. (hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan
Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS
Viral! Pasien IGD RSUD Kota Bekasi Membludak, Begini Kata Dirut Kusnanto
Hadiri HUT Gereja HKI Depok, Bang SS Singgung Penting Menjaga Toleransi Umat Beragama
Rombak Jabatan Eselon II dan BUMD, PJ Bupati Bekasi Diduga Kejar Target untuk Pilkada
Pemprov Banten Tempatkan Pengelolaan Seluruh RKUD di Bank Banten
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB

WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:22 WIB

Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:10 WIB

179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Rabu, 8 Mei 2024 - 13:19 WIB

Viral! Pasien IGD RSUD Kota Bekasi Membludak, Begini Kata Dirut Kusnanto

Selasa, 7 Mei 2024 - 17:48 WIB

Hadiri HUT Gereja HKI Depok, Bang SS Singgung Penting Menjaga Toleransi Umat Beragama

Senin, 6 Mei 2024 - 13:24 WIB

Rombak Jabatan Eselon II dan BUMD, PJ Bupati Bekasi Diduga Kejar Target untuk Pilkada

Berita Terbaru