JAKARTA RAYA, Tangsel — Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) memberikan pelatihan sistem pendeteksi dini bahaya kebakaran berbasis Arduino kepada siswa SMKN 6 Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan (FKET) ITPLN.
Pelatihan bertajuk “Sistem Pendeteksi Dini Bahaya Kebakaran Berbasis Arduino” tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya yang menekuni bidang Ilmu Komputer dan Rekayasa Perangkat Lunak.
Ketua tim pengabdian, Hendrianto Husada, menjelaskan pelatihan ini menitikberatkan pada penguasaan mikroprosesor dan mikrokontroler yang dikaitkan langsung dengan aspek keamanan penggunaan listrik.
“Teknologi Arduino saat ini berkembang pesat dan sangat diminati masyarakat. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar secara formal, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang bisa langsung diterapkan,” ujar Hendrianto dalam keterangannya, Rabu (11/2/2025).
Ia menambahkan, sistem pendeteksi dini kebakaran berbasis Arduino dinilai efektif dan efisien karena dapat dirancang dengan biaya relatif terjangkau. Sistem tersebut memanfaatkan sensor panas dan sensor cahaya untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Menurut Hendrianto, pemahaman mengenai mikroprosesor dan mikrokontroler perlu diberikan sejak dini kepada siswa SMK agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja, terutama di sektor teknologi dan kelistrikan.
“Ilmu ini sangat relevan untuk mencegah kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu diperbanyak di sekolah-sekolah yang memiliki mata pelajaran terkait perangkat lunak,” katanya.
Pelatihan ini disambut antusias para siswa. Sebelumnya, pengetahuan siswa SMKN 6 Tangerang Selatan tentang Arduino masih terbatas. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh wawasan baru mengenai perancangan alat pendeteksi kebakaran yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun fasilitas umum.
Hendrianto mencontohkan, sistem berbasis Arduino tersebut dapat diaplikasikan di rumah tinggal dengan memanfaatkan sejumlah sensor sederhana. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan mampu mengembangkan inovasi serupa secara mandiri.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program PkM ini juga mendorong siswa agar lebih bijak dalam menggunakan peralatan listrik serta memahami risiko kebakaran di lingkungan sekitar.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen ITPLN yang terdiri dari Hendrianto Husada, Sigit Sukmajati, Denny Setiawan, dan Novi Gusti Pahiyanti. Melalui program tersebut, ITPLN menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya dirasakan mahasiswa, tetapi juga siswa SMK, khususnya di Tangerang Selatan. (hab)


Tinggalkan Balasan