JAKARTA RAYA – Sebanyak 4.500 calon mahasiswa baru tahun akademik 2026 mengikuti tes akademik dan kemampuan bahasa Inggris (Akding) yang diselenggarakan Institut Teknologi PLN (ITPLN). Tes tersebut menjadi bagian penting dalam seleksi program ikatan kerja PLN Group yang menawarkan peluang karier langsung setelah lulus kuliah.

Direktur Pemasaran dan Admisi ITPLN, Andi Dahroni, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap program ikatan kerja PLN terus meningkat setiap tahun.

Menurutnya, jalur ikatan kerja menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan peluang pengembangan karier yang lebih jelas bagi lulusan di lingkungan PLN Group.

“Program ikatan kerja ini bukan hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membuka peluang karier yang jelas di PLN Group. Karena itu proses seleksinya dibuat ketat dan objektif,” ujar Andi dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Andi menjelaskan, tes Akding dirancang untuk mengukur kemampuan dasar peserta, mulai dari matematika, logika, analisis, hingga kemampuan bahasa Inggris. Adapun materi bahasa Inggris yang diujikan meliputi grammar dan reading comprehension guna memastikan kesiapan akademik calon mahasiswa.

“Akding menjadi tahap krusial setelah seleksi administrasi dan sebelum peserta menjalani psikotes maupun wawancara,” katanya.

Melalui tahapan tersebut, panitia akan menyaring peserta yang dinilai memiliki kemampuan akademik serta kesiapan mental untuk mengikuti pendidikan berbasis ketenagalistrikan.

Selain peluang ikatan kerja, mahasiswa yang lolos seleksi juga berkesempatan memperoleh pengalaman magang di PLN Group serta sertifikasi kompetensi sesuai bidang studi. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya ITPLN mencetak sumber daya manusia unggul di sektor energi dan kelistrikan nasional.

Andi menambahkan, ITPLN terus memperkuat kualitas pendidikan dan kemitraan industri guna meningkatkan daya saing lulusan. Salah satunya melalui penerapan sistem pembelajaran SMART 4-4-2.

“Skema ini terdiri atas 40 persen teori oleh dosen, 40 persen pembelajaran berbasis problem solving bersama praktisi industri, dan 20 persen pengalaman lapangan seperti kunjungan industri dan praktik langsung,” jelasnya.

Menurut Andi, model pembelajaran tersebut dirancang agar lulusan ITPLN tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata di industri energi dan kelistrikan.

Ia juga memastikan seluruh mahasiswa ITPLN akan mendapatkan sertifikat kompetensi bertaraf nasional dan internasional untuk mendukung kesiapan kerja lulusan.

Selain itu, Andi mengingatkan calon mahasiswa agar memantau seluruh informasi hasil tes Akding melalui kanal resmi kampus guna menghindari penipuan yang mengatasnamakan ITPLN.

“Kami ingin memastikan lulusan ITPLN tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjawab tantangan transisi energi di Indonesia. Bagi yang belum lolos jalur ikatan kerja PLN, masih memiliki peluang masuk melalui jalur reguler,” tandasnya. (hab)