JAKARTA RAYA – Institut Teknologi PLN resmi membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa dan alumninya melalui program Campus Hiring Unitare, Engineering Career in Japan. Dalam program tersebut, ITPLN juga menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal Jepang, yaitu Human Resocia Co., Ltd. dan Career Diversity Inc..

Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka akses karier global bagi lulusan teknik Indonesia, khususnya di Jepang.

“Ini bukan sekadar penandatanganan di atas kertas, tetapi komitmen nyata untuk menciptakan peluang transformasi bagi mahasiswa dan alumni kami,” ujar Prof. Susy saat membuka acara di kampus ITPLN, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup pelatihan bahasa Jepang, proses seleksi kerja yang transparan, hingga dukungan penuh dalam pengurusan visa dan kontrak kerja permanen di Jepang.

“Dari kampus kami di Jakarta menuju karier profesional di Jepang, setiap langkah akan didukung penuh,” katanya.

Prof. Susy menegaskan, ITPLN akan aktif mempromosikan program tersebut kepada mahasiswa semester tujuh dan delapan serta para alumni terbaik. Kampus juga membuka ruang bagi proses rekrutmen langsung oleh perusahaan Jepang.

Ia menyebut Jepang sebagai salah satu negara dengan perkembangan industri dan teknologi paling maju di dunia. Karena itu, kesempatan bekerja di Jepang dinilai bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan transformasi profesional bagi generasi muda Indonesia.

“Pergilah dengan disiplin, keberanian, dan dukungan penuh dari institusi. Buat ITPLN bangga dan buat Indonesia bangga,” tegasnya.

Manajer Bagian Kerja Sama Akademik Internasional ITPLN, Nadia Paramita, mengatakan kolaborasi dengan perusahaan Jepang tersebut akan menjadi pintu masuk penting bagi lulusan ITPLN untuk berkarier di tingkat internasional.

“Kerja sama ini menjadi gerbang awal bagi lulusan ITPLN untuk tampil dan bersaing di panggung global. Kami ingin mahasiswa memiliki akses langsung terhadap peluang kerja internasional yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Nadia.

Menurut Nadia, tingginya kebutuhan tenaga engineer di Jepang menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa dan alumni ITPLN. Program tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga memperluas jejaring profesional di level global.

“Melalui program ini, lulusan ITPLN tidak hanya memperoleh pengalaman kerja internasional, tetapi juga kesempatan mengembangkan kompetensi, budaya kerja, dan jejaring global yang akan menjadi nilai tambah di masa depan,” katanya.

Informasi terkait program akademik dan kerja sama internasional ITPLN dapat diakses melalui Institut Teknologi PLN.

Sementara itu, CEO Career Diversity Inc., Kaiji Wada, mengatakan Jepang saat ini membutuhkan lebih banyak talenta internasional, terutama di bidang teknologi dan engineering.

“Jepang berkembang pesat dalam inovasi dan teknologi, tetapi kami membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia berkualitas. Karena itu, Jepang dan Indonesia harus berkolaborasi,” ujar Kaiji.

Ia menilai mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di industri global. Menurutnya, pengalaman bekerja di Jepang akan membuka peluang karier yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

“Saya yakin kalian akan menemukan masa depan yang lebih menjanjikan, baik di Jepang, Indonesia, maupun di mana saja,” katanya.

Di kesempatan yang sama, General Manager Work Innovation Business Headquarters GIT Division Human Resocia Co., Ltd., Yuji Sakaguchi, mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini telah menjangkau lebih dari 60 negara dengan sekitar 1.500 engineer aktif dan bekerja sama dengan lebih dari 5.200 perusahaan klien di Jepang.

Yuji menjelaskan, peserta yang lolos rekrutmen akan mendapatkan kontrak kerja permanen, dukungan visa kerja, tiket keberangkatan ke Jepang, hingga pelatihan bahasa Jepang secara gratis.

“Engineer yang diterima akan dikontrak secara permanen oleh Human Resocia. Kami juga membantu sponsorship visa, tiket keberangkatan, dan pelatihan bahasa Jepang agar peserta dapat bekerja dengan lancar di Jepang,” ujarnya.

Menurut Yuji, para engineer nantinya akan ditempatkan di berbagai perusahaan klien Human Resocia di Jepang sesuai kebutuhan industri.

Kerja sama antara Institut Teknologi PLN dengan dua perusahaan Jepang tersebut diharapkan menjadi pintu baru bagi lulusan teknik Indonesia untuk menembus pasar kerja internasional sekaligus memperkuat kolaborasi Indonesia–Jepang dalam pengembangan sumber daya manusia. (Hab)