JAKARTA RAYA – Memasuki usia ke-27, Kota Depok masih dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar, mulai dari persoalan sampah, banjir, hingga kemacetan yang belum terselesaikan secara optimal. Di tengah pesatnya pembangunan perumahan dan gedung perkantoran, tantangan perkotaan justru semakin kompleks.
Isu tersebut mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok pada Kamis (23/4/2026). Wali Kota Depok, Supian Suri, mengakui bahwa sektor infrastruktur menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dibenahi.
“Permasalahan infrastruktur ini tidak bisa diabaikan karena menjadi tuntutan masyarakat. Akses keluar tol masih sangat macet, bahkan muncul istilah ‘Sawangan Kubro’,” ujarnya di hadapan anggota DPRD.
Kemacetan di kawasan Sawangan menjadi salah satu sorotan utama, seiring meningkatnya volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan kapasitas jalan memadai. Kondisi ini memperparah mobilitas warga, terutama pada jam sibuk.
Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Supian mengungkapkan bahwa masalah ini bahkan telah menjadi peringatan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup.
Sebagai langkah penanganan, Pemkot Depok menjalin kerja sama dengan Kota Bogor dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dalam skema tersebut, sekitar 750 ton sampah per hari akan dikirim ke fasilitas pengolahan di Bogor.
“Namun, masih ada sekitar 500 ton sampah per hari yang belum memiliki solusi permanen,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, menilai berbagai persoalan yang dihadapi Depok merupakan tantangan umum yang juga dialami daerah lain di Indonesia.
“Masalahnya masih berkutat pada transportasi, banjir, lingkungan, serta pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Ini yang terus kita dorong untuk diperbaiki,” ujarnya.
Terkait banjir, khususnya di wilayah perbatasan, DPRD menekankan pentingnya sinergi lintas daerah. Salah satunya melalui koordinasi dengan DKI Jakarta untuk mencari solusi bersama, termasuk rencana pembangunan kantung air sebagai upaya pengendalian banjir.
Dengan berbagai tantangan tersebut, publik kini menanti sejauh mana komitmen dan langkah konkret pemerintah kota bersama DPRD dalam menuntaskan persoalan yang telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Momentum HUT ke-27 ini pun menjadi refleksi penting bagi Kota Depok untuk berbenah dan menghadirkan solusi nyata demi meningkatkan kualitas hidup warganya. (ema)


Tinggalkan Balasan