Laporan: Rieska Wulandari dari Italia
JAKARTA RAYA – Milan kembali menegaskan reputasinya sebagai salah satu pusat desain dunia.
Kota ini kerap dijuluki “Makkah”-nya para desainer, bukan tanpa alasan.
Selain menjadi tuan rumah Salone del Mobile yang prestisius, berbagai distrik di Milan juga hidup dengan showroom, galeri, dan instalasi yang mencerminkan denyut inovasi global.
Tahun ini, tema besar yang diusung “projecto” mengajak desainer dan publik untuk meninjau ulang peran desain dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan.
Wacana keberlanjutan tidak lagi sekadar tren, melainkan menjadi kerangka berpikir yang menuntut tanggung jawab kreatif.
Para pelaku industri didorong untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya estetis, tetapi juga etis dan berdampak jangka panjang.
Selama sepekan penuh, Milan berubah menjadi ruang eksplorasi terbuka.
Beragam instalasi hadir di sudut-sudut kota, menarik perhatian publik dan memperkaya pengalaman visual.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah instalasi gurita raksasa yang muncul di antara bangunan, menghadirkan metafora tentang kompleksitas dan keterhubungan ekosistem modern.
Sementara itu, pendekatan desain tahun ini juga menunjukkan pergeseran nilai.
Sejumlah studio dan rumah desain menampilkan karya yang menekankan “refined beauty”—keindahan yang berakar pada kualitas alami, makna, dan ketahanan—alih-alih sekadar mengikuti arus estetika yang bersifat sementara.
Pendekatan ini memperlihatkan kedewasaan baru dalam praktik desain global.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, kehadiran desainer dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi sorotan tersendiri.
Karya berbasis tekstil tradisional seperti ulos menunjukkan bahwa identitas lokal tetap memiliki tempat dalam percakapan desain internasional.
Hal ini sekaligus mempertegas bahwa inovasi tidak harus meninggalkan akar budaya.
Pekan desain di Milan tahun ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang refleksi kolektif.
Kota ini sekali lagi membuktikan bahwa desain bukan sekadar produk visual, melainkan bahasa yang membentuk cara manusia memahami masa depan. (*)


Tinggalkan Balasan