JAKARTA RAYA – Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi PLN (ITPLN) melakukan benchmarking ke Telkom University dan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional guna memperkuat strategi pengembangan akademik di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Bandung pada Selasa (13/5/2026) tersebut difokuskan pada penguatan kurikulum, pengelolaan laboratorium, hingga implementasi teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Kepala Program Studi Teknik Industri ITPLN, Utami Wahyuningsih, mengatakan benchmarking menjadi langkah strategis untuk memperoleh referensi pengembangan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

Kegiatan tersebut turut diikuti Kepala Laboratorium IISL Lia Nur Octavia serta dosen tetap Teknik Industri, Lili Rasyidi dan Ruspendi.

“Banyak insight yang kami dapatkan, terutama terkait pengembangan program studi berbasis teknologi, supply chain management, smart logistics, hingga integrasi Artificial Intelligence dalam pembelajaran,” ujar Utami, Jumat (15/5/2026).

Dalam kunjungan ke ULBI, tim ITPLN memperoleh pemaparan mengenai pengembangan Program Studi Manajemen Logistik yang didukung kelompok keahlian dan laboratorium terintegrasi dengan kebutuhan industri modern.

Sejumlah fasilitas unggulan diperkenalkan, mulai dari Laboratorium Optimasi dan Pemodelan Logistik, Laboratorium ICT, laboratorium pergudangan, export import, multimoda, hingga Center of Technology atau Smart Logistics.

Ketua Program Studi Manajemen Logistik Fakultas Teknologi Logistik dan Bisnis ULBI, Budi Nur Siswanto, menjelaskan laboratorium di kampus tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk praktikum mahasiswa, tetapi juga mendukung penelitian terapan dan simulasi sistem logistik berbasis industri.

“Pengembangan smart logistics menjadi fokus penting untuk menjawab tantangan transformasi industri dan digitalisasi logistik,” katanya.

Selain itu, ULBI juga menerapkan metode pembelajaran berbasis Project Based Learning dan Games Based Learning. Kurikulum yang diterapkan telah mengacu pada standar kompetensi internasional seperti ELA dan APICS, serta disusun dengan melibatkan dunia usaha dan industri agar lulusan lebih siap menghadapi pasar kerja global.

Mahasiswa ULBI juga didorong memiliki minimal dua sertifikasi kompetensi, mulai dari sertifikasi SAP, logistik, hingga sertifikasi industri lainnya. Kampus tersebut turut memperkuat kolaborasi dengan industri melalui program magang, penelitian terapan, pengembangan laboratorium, hingga penyerapan lulusan.

Sementara itu, benchmarking ke Program Studi Teknik Industri Telkom University memberikan gambaran mengenai pengelolaan akademik berbasis teknologi informasi dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang selaras dengan transformasi digital industri.

Ketua Program Studi Teknik Industri Telkom University, Rino, menyebut pihaknya terus memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian kolaboratif, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi unggul.

Menurutnya, kurikulum Teknik Industri Telkom University saat ini tengah dikaji ulang dengan penambahan kompetensi Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari kebutuhan industri masa depan.

Program studi tersebut juga menerapkan Capstone Design berbasis proyek industri, pembelajaran digital terintegrasi, serta berbagai program internasional seperti Global Learning Week, student exchange, dan online joint class.

Utami menilai hasil benchmarking tersebut akan menjadi referensi penting bagi ITPLN dalam memperkuat mutu akademik, pengelolaan laboratorium, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan industri.

“Kami berharap hasil studi banding ini dapat mendukung peningkatan kualitas lulusan Teknik Industri ITPLN agar semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri nasional maupun global,” tuturnya.

Informasi mengenai program akademik ITPLN dapat diakses melalui ITPLN. (hab)