JAKARTA RAYA-Industri kuliner tanah air kembali diwarnai oleh inovasi yang berani. Restoran Lyma, pelopor sajian daging asap (smoked brisket) premium di Jakarta Selatan, secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Nakhon, lapak jajanan khas Thailand autentik asal Fresh Market Bintaro.

Kolaborasi ini melahirkan menu hibrida baru yang diberi nama Brisket Boat Noodle, memadukan kuah rempah pekat khas Thailand dengan kelembutan daging brisket asap khas Amerika Serikat.

​Meskipun kuliner Thailand menjamur di Indonesia, sangat sedikit yang mampu menghadirkan koki asli dari Negara Gajah Putih sekaligus menjamin kehalalan menunya.

Melalui kolaborasi ini, Lyma dan Nakhon menjawab kerinduan para pencinta kuliner akan cita rasa Thai Boat Noodle yang 100% halal namun tetap mempertahankan keaslian rasanya.

Inovasi Rasa dari Nakhon: Membawa Keaslian Thailand ke Lidah Muslim Indonesia

​Salma, koki asli asal Thailand yang membidani menu Nakhon, menceritakan bahwa dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan semangkuk mie yang serupa dengan daerah asalnya di Nakhon, Thailand. Guna menjaga keaslian rasa, hampir 90 persen bahan baku utama Thai Boat Noodle ini diimpor langsung dari Thailand.

Meski demikian, Salma memberikan jaminan penuh bahwa hidangan ini sepenuhnya halal dan aman dikonsumsi oleh umat Muslim.

“Kami mengimpor hampir seluruh bahan baku dari Thailand dengan proses seleksi yang ketat untuk alasan kehalalan. Produk kami dijamin halal karena kami juga sudah mengantongi sertifikat halal resmi,” ujar Salma dalam konferensi pers yang digelar di Restoran Lyma, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Salma menuturkan bahwa boat noodle yang dihadirkannya merupakan hasil inovasi dan perenungan yang panjang. Di negara asalnya, kuah boat noodle tradisional menggunakan campuran darah babi (nam tok) atau hewan lain untuk mendapatkan tekstur yang kental dan gurih.

Demi menyajikan versi halal, Salma melakukan modifikasi besar-besaran tanpa mengurangi kelezatannya. Ia mengganti komponen tersebut dengan kaldu tulang sapi lokal yang direbus dalam waktu lama hingga menghasilkan konsistensi kuah yang rich dan pekat.

Selain didasari visi bisnis, resep ini juga lahir dari bentuk kasih sayang Salma kepada sang suami yang merupakan warga negara Indonesia. Suami yang ditemuinya pertama kali di Malaysia tersebut sangat menyukai hidangan berkuah setiap kali makan. Porsi kuah pada menu kolaborasi ini pun sengaja disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Di Thailand, kuah boat noodle aslinya diberikan sangat sedikit (nyemek). Namun, karena saya tahu orang Indonesia—seperti suami saya—sangat menyukai kuah, kami memutuskan untuk menambah takaran kuahnya agar lebih melimpah. Ini adaptasi yang pas tanpa menghilangkan esensi cara makan orang Thailand,” tambah Salma.

Keahlian Lyma: Daging Brisket yang Meleleh di Mulut

Otak di balik konsep Brisket Boat Noodle ini adalah Ipam, pengusaha kuliner yang telah malang melintang selama tiga tahun membesarkan restoran Lyma. Sebelum berkolaborasi dengan Nakhon, Ipam dikenal sebagai inovator yang gemar mengawinkan daging brisket asapnya dengan kuliner global, seperti Brisket Nasi Padang (Indonesia), Brisket Donburi (Jepang), dan Brisket Bulgogi (Korea).

Pertemuannya dengan kuah racikan Nakhon melahirkan intuisi bisnis baru untuk menciptakan gerakan kuliner lintas budaya yang memadukan aroma asap, tradisi, dan inovasi.

“Awalnya saya tertarik mencoba karena kuahnya berbeda. Kuah Thai boat noodle yang saya tahu biasanya cenderung light (encer). Tapi di Nakhon ini, kuahnya sangat rich dan warnanya deep (pekat). Begitu saya cicipi, rasanya enak sekali. Saya langsung berpikir, kalau dikombinasikan dengan brisket Lyma, rasanya pasti mantap. Akhirnya dari situ saya memberanikan diri untuk mengajak kolaborasi,” ungkap Ipam.

Untuk mendampingi kuah premium dari Nakhon, Lyma menggunakan daging brisket berkualitas tinggi yang diimpor langsung dari Amerika Serikat (US Beef). Ipam menjelaskan bahwa mengolah daging brisket membutuhkan kejelian dan kesabaran ekstra tinggi demi menghasilkan tekstur yang sempurna.

“Kami menggunakan teknik low and slow smoking yang legendaris. Jarak kayu bakar diatur sedemikian rupa agar hanya asapnya saja yang mematangkan daging secara perlahan selama 15 hingga 17 jam. Karena saking pelannya proses memasak ini, serat dagingnya melunak sempurna. Dipotong dengan sendok saja langsung terbelah, dan saat dimakan langsung lumer di lidah. Itulah kenikmatan sebenarnya dari brisket kami,” jelas Ipam.

Harga dan Ketersediaan
​Perpaduan mahakarya kuliner dua negara ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Satu porsi Brisket Boat Noodle dibanderol dengan harga Rp85.000,-.

Menurut Ipam, harga tersebut sangat sepadan dengan kualitas bahan baku impor, proses memasak brisket belasan jam, serta sensasi pengalaman kuliner autentik yang layak untuk diabadi menjadi kenangan indah dalam memori para penikmat kuliner.

Tentang Restoran Lyma
Restoran Lyma adalah destinasi kuliner spesialis daging asap (smoked meat) premium yang berbasis di Jakarta Selatan. Berdiri sejak tiga tahun lalu, Lyma berkomitmen menghadirkan kelezatan daging brisket gaya Texas yang halal dengan sentuhan inovasi cita rasa lokal maupun internasional.

Tentang Nakhon
Nakhon merupakan lapak jajanan kuliner khas Thailand autentik yang populer di Fresh Market Bintaro. Dipimpin oleh koki asli Thailand, Nakhon berfokus menyajikan hidangan legendaris Thailand dengan bahan-bahan orisinal yang telah disesuaikan agar 100% halal bagi konsumen Indonesia.(hab)