JAKARTA RAYA – Kekayaan kuliner Indonesia mewarnai peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik antara Indonesia dan Swiss yang dipersembahkan selama 5 (lima) hari di restoran GrossWabern, Bern, pada 15 – 19 September 2026.
Mulai dari hidangan pembuka seperti gado-gado, martabak, kroket sayur, dilanjutkan dengan beragam hidangan utama berupa nasi goreng, nasi uduk, mie goreng, rendang, sate, ayam goreng geprek sambal, dilengkapi dengan berbagai olahan tempe dan tahu, hingga minuman khas tradisional seperti wedang uwuh, wedang jahe kayu manis limau, serta kopi spesial.
Indonesia Culinary Week berlangsung di salah satu restoran favorit di Bern, Gross-Wabern. Bangunan yang dulunya gedung stasiun kereta Gross-Wabern, telah diubah menjadi restoran dengan bangunan iconic di Bern.
Berlokasi di kaki bukit Gurten, titik tertinggi Kota Bern, yang lokasinya juga persis di samping stasiun kereta Wabern yang dekat dengan wisata bukit Gurten.
Indonesia Culinary Week menghadirkan juru masak Komang Adi Purnawirawan dari Bali, yang juga merupakan juru masak Wisma Duta Besar RI di Bern.
Pengalamannya di sejumlah hotel berbintang di Bali menjadikan Bli Adi, sapaan akrabnya, mampu memberikan hasil karya terbaik, sekaligus membawa otentisitas rasa.
Para pengunjung mengaku puas dengan makanan dan minuman yang disajikan, dan bahkan beberapa di antara mereka datang berulang kali untuk menikmati kuliner Indonesia yang memang masih belum banyak ditemui di Bern.
Selain kuliner, di salah satu sudut ruang restoran juga tersedia berbagai informasi mengenai pariwisata Indonesia untuk memberikan informasi kepada pengunjung restoran mengenai potensi kekayaan pariwisata Indonesia serta untuk menarik keinginan mereka berkunjung ke Indonesia.
Salah satu pengunjung, yaitu Duta Besar Republik Dominika beserta staf pendamping, menyatakan keinginannya untuk segera berkunjung ke Indonesia, setelah memahami begitu banyaknya kekayaan dan keindahan alam serta kuliner Indonesia.
Kegiatan Indonesia Culinary Week merupakan upaya gastrodiplomacy yang diselenggarakan oleh KBRI Bern dalam mendorong awareness masyarakat setempat tentang kekayaan dan kreatifitas kuliner Indonesia, sekaligus mengambil momentum peringatan 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Swiss.
“Diplomasi kuliner merupakan salah satu sarana yang cukup efektif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, tidak hanya makanan atau minuman yang disajikan, tetapi juga kekayaan bahan alam Indonesia yang mampu menghasilkan kuliner yang lezat dan beragam”, ujar Duta Besar Ngurah Swajaya.
Kegiatan Culinary Week ini terselenggara atas kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern dengan Gross-Wabern Restaurant, Bern.
Kolaborasi ini semakin menegaskan eratnya hubungan antar kedua negara, khususnya dalam menguatkan people-to-people contact antarmasyarakat Indonesia dan Swiss. (Rieska Wulandari)


Tinggalkan Balasan