JAKARTA RAYA – Hubungan diplomatik Indonesia-Swiss yang secara resmi dimulai pada November 1951 telah berkembang dalam semangat kemitraan, persahabatan, saling menghormati, serta kerja sama yang saling menguntungkan.

Tahun 2026 menjadi tonggak penting 75 Tahun hubungan bilateral, sekaligus menjadi momentum untuk peningkatan menuju kemitraan strategis.

Hubungan bilateral kedua negara telah diperkuat dengan landasan berupa kesepakatan dan perjanjian, seperti Indonesia–EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EFTA CEPA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT) untuk meningkatkan perdagangan dan investasi.

Pada tahun 2026, kedua negara sepakat untuk kerja sama pengolahan mineral dan logam yang bersifat strategis bagi kedua negara, serta kesepakatan untuk menjadikan kemitraan kedua negara ke tingkat kemitraan strategis, mencakup kerja sama yang memberikan manfaat timbal balik di berbagai bidang, termasuk pengembangan kemandirian teknologi dan inovasi.

Jalinan people-to-people contact juga semakin ditingkatkan melalui interaksi bidang seni dan budaya, pendidikan, termasuk program pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), serta pariwisata.

Tema peringatan 75 Tahun hubungan bilateral adalah “Trust, Innovation, Partnership”, mencerminkan keinginan timbal balik dalam memperkuat kemitraan guna menghadapi berbagai tantangan akibat dinamika geopolitik, sekaligus memanfaatkan berbagai peluang melalui kemitraan strategis bidang inovasi dan kemandirian di berbagai bidang.

Untuk menandai peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Swiss, KBRI Bern menerbitkan Prangko Prisma Peringatan 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia – Swiss, yang diluncurkan pada hari Kamis, 17 September 2026.

Peluncuran dilakukan bertepatan dengan penyelenggaraan acara Resepsi Diplomatik, yang dihadiri oleh Sekretaris Negara bidang Pendidikan, Riset dan Inovasi (SERI) Swiss, Mrs. Martina Hirayama, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik Departemen Luar Negeri Swiss, Dubes Markus Leitner.

Secara simbolis prangko prisma diserahkan secara langsung oleh Dubes RI Ngurah Swajaya, kepada Mrs. Hirayama dan Dubes Leitner.

Terdapat 4 (empat) desain Prangko Prisma yang diluncurkan, menggambarkan semangat kebersamaan dalam perbedaan.

“Penerbitan Prangko ini diharapkan dapat menguatkan kesadaran pentingnya konektifitas yang disimbolkan oleh fungsi Prangko dalam menjembatani komunikasi kedua negara, serta desainnya yang menggambarkan nilai-nilai dasar kemasyarakatan,” ujar Dubes Ngurah Swajaya.

Desain prangko Prisma ini dirancang oleh tim dari Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern. Dalam proses pencetakan prangko prisma ini, KBRI Bern bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia.

“Harapan kami, melalui penerbitan prangko dengan desain yang menggambarkan semangat persahabatan saling melengkapi tersebut, mengingatkan kita akan pentingnya kemitraan dan saling menghormati untuk mewujudkan perdamaian antarbangsa,” ungkap Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern. (Rieska Wulandari)