JAKARTA RAYA – Dalam rangka Memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tahun, sekaligus peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Swiss, KBRI Bern selenggarakan Resepsi Diplomatik.

Acara ini menghadirkan nuansa budaya dan kulinari nusantara, serta kemitraan RI-CH (Confederation Helvetica), sebutan Swiss, di Ballroom Hotel Schweizerhof Bern, Kamis, 17 September 2026.

Kegiatan dihadiri sekitar 150 undangan mitra strategis dari kalangan Pemerintah Federal Swiss, diplomatik, dan perwakilan bisnis Swiss, serta Friends of Indonesia.

Guest of Honor dari pemerintah Swiss yang hadir dan berikan sambutan adalah Sekretaris Negara bidang Pendidikan, Riset, dan Inovasi (SERI) Pemerintah Federal Swiss, Mrs. Martina Hirayama.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI Ngurah Swajaya menggarisbawahi komitmen Indonesia terhadap perdamaian, dialog, diplomasi dan kemitraan, serta komitmen Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif menegakkan hukum internasional, memperkuat multilateralisme dan penyelesaian semua sengketa melalui dialog dan diplomasi.

Duta Besar Ngurah Swajaya juga sampaikan capaian kerja sama kedua negara yang selalu meningkat selama 75 tahun, yang mencakup berbagai bidang.

Kedua negara sepakat untuk memanfaatkan potensi yang saling melengkapi dalam meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk kerja sama hilirisasi yang tahun ini ditandatangani Menteri Investasi RI dan Menteri Ekonomi Swiss.

Kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan memiliki mekanisme pertemuan tahunan untuk konsultasi bidang politik dan bidang ekonomi, termasuk meningkatkan kerja sama sosial, budaya dan pendidikan.

Sekretaris Negara Mrs. Hirayama menegaskan pentingnya hubungan kedua negara di bidang pendidikan, riset, dan inovasi, dimana Indonesia merupakan negara besar dengan potensi besar di bidang sumber daya manusia.

Dengan semangat keterbukaan, Swiss siap memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan, riset, dan inovasi, sebagai bagian komitmen kerja sama di masa depan secara berkelanjutan.

Dalam acara ini, KBRI juga secara resmi meluncurkan Prangko Prisma Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Swiss, yang didukung oleh P.T. Pos Indonesia.

Terdapat 4 (empat) desain prangko yang menggambarkan keunikan masing-masing negara, serta menggambarkan bahwa kedua negara memiliki potensi yang saling melengkapi, termasuk menjunjung semangat yang sama dalam mendukung multilateralisme dan penegakan hukum internasional.

Nuansa Indonesia dihadirkan melalui gaung nusantara persembahan diaspora Indonesia, khususnya dari Kelompok Kekeluargaan Sulawesi Selatan Eropa yang menampilkan tarian Kalampoanna Parasanganta dan Masannang Maluya dari Sulawesi.

Kemudian ada juga penampilan Tari Panyembrama dari Bali yang dibawakan oleh Puspa Kalkus, juga medley lagu-lagu nusantara yang dibawakan oleh suara indah Choir dari Persatuan Komunitas Kristen Indonesia (Perki) di Swiss.

Choir Perki juga membawakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Swiss Psalm secara live dengan khidmat dan membanggakan. Suasana makin meriah di penghujung acara saat dikumandangkan lagu poco-poco dengan diikuti oleh tari poco-poco oleh seluruh tamu yang hadir.

“Kegiatan resepsi diplomatik tahun ini menjadi istimewa, karena sekaligus memperkuat citra positif Indonesia serta persahabatan yang dibangun selama 75 tahun serta momentum peningkatan kemitraan untuk 75 tahun ke depan,” ujar Dubes Ngurah Swajaya.

“Melalui tema dan semangat semangat saling percaya (mutual trust), tak pernah lelah untuk berinovasi (innovation), serta mengedepankan kemitraan berkelanjutan (partnership), kita tingkatkan kemitraan yang saling menghormati dan menguntungkan,” lanjutnya.

Kegiatan Resepsi Diplomatik juga suguhkan kopi khas Indonesia serta promosikan produk-produk UKM, termasuk produk outdoor gear merek Eiger dari Indonesia yang telah hadir di Swiss.

“KBRI Bern bangga dengan semangat para diaspora Indonesia yang turut menjadi duta promosi Indonesia,” kata Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Bern. (Rieska Wulandari)