JAKARTA RAYA, Lampung – Aero Astra Akademia kembali membuka program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi generasi muda yang ingin mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, khususnya di sektor perhotelan dan kapal pesiar.

Memasuki September 2026, lembaga pelatihan vokasi tersebut membuka kelas Angkatan XII yang diikuti para lulusan SMA dan SMK bersama orang tua mereka. Pembukaan kelas berlangsung pada Rabu (2/9/2026) dan menjadi awal bagi peserta untuk menjalani proses pembelajaran sekaligus membangun kesiapan menghadapi dunia kerja profesional.

Kegiatan pembukaan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, kemudian dilanjutkan dengan lagu Langkah Menuju Bintang yang menjadi lagu wajib bagi civitas Aero Astra Akademia atau Aero Nation.

Peserta didik bersama orang tua juga mendapat penjelasan mengenai sejarah berdirinya Aero Astra Akademia, visi dan misi, serta tujuan pendidikan vokasi dalam membekali generasi muda dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, pihak akademia turut memaparkan perkembangan sejumlah lulusan yang telah bekerja di berbagai hotel berbintang, termasuk hotel yang berada dalam jaringan internasional.

Rekam jejak tersebut menjadi gambaran mengenai peluang kerja di sektor perhotelan sekaligus memberikan motivasi kepada peserta Angkatan XII untuk menjalani proses pendidikan dan pelatihan secara serius.

Wakil Ketua Generasi Produktif Tulang Bawang (Genpro Tuba), Muhammad Ichsan Kurniawan, S.S., turut memberikan motivasi kepada peserta didik.

Menurut Ichsan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi sebelum terjun ke dunia kerja.

“Beruntung bagi adik-adik siswa yang hadir dalam pelatihan vokasi siap kerja ini, apalagi yang mendapatkan beasiswa dari Aero Astra Akademia,” ujar Ichsan.

Ia menilai perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan turut menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Dunia pariwisata dan perhotelan yang berkembang membutuhkan banyak angkatan kerja kompeten,” katanya.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan vokasi perlu dimanfaatkan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memahami karakter dunia kerja yang akan mereka hadapi.

Dalam proses pembelajarannya, Aero Astra Akademia menerapkan konsep teaching factory untuk memberikan pengalaman praktik kepada peserta didik.

Aero Astra Akademia memiliki Aero Hotel sebagai teaching factory hotel dan Aero Cafe atau Ngombe sebagai teaching factory cafe. Kedua fasilitas tersebut digunakan sebagai sarana praktik agar peserta didik dapat mengembangkan keterampilan melalui situasi kerja yang menyerupai lingkungan industri.

Dengan metode tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori di dalam kelas. Peserta didik juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari.

Selain praktik di lingkungan akademia, peserta didik juga mendapat kesempatan menjalani program magang di sejumlah hotel melalui kerja sama yang telah dibangun.

Program magang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai standar pelayanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pola kerja di industri perhotelan.

Aero Astra Akademia juga telah dipercaya sebagai Tempat Uji Kompetensi Perhotelan (TUK Perhotelan). Fasilitas tersebut mendukung proses pengujian kompetensi peserta didik sebelum memasuki dunia kerja.

Program pendidikan dan pelatihan yang dijalani peserta didik juga tercermin dari rekam jejak sejumlah lulusan Aero Astra Akademia.

Beberapa lulusan angkatan sebelumnya tercatat bekerja di sejumlah hotel berbintang, di antaranya Swiss-Belhotel Cilegon, Hotel Mercure Karawang, Swiss-Belhotel Cikande, ibis Bandung Trans Studio, dan Swissôtel PIK Avenue Jakarta.

Sejumlah lulusan bahkan mendapatkan apresiasi selama menjalani program magang maupun setelah mulai bekerja.

Akbar, misalnya, meraih predikat “Magang Terbaik” saat menjalani program di ibis Bandung Trans Studio.

Sementara itu, Ridwan Ammar Fauzan memperoleh penghargaan dari General Manager Hotel Mercure Karawang atas kesigapannya dalam menangani insiden yang dialami anak tamu hotel di area kolam renang.

Lulusan lainnya, Gugus, juga meraih penghargaan “Employee of The Month” pada bulan pertama bekerja di Swissôtel PIK Avenue Jakarta.

Capaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak lulusan yang diharapkan dapat memberikan gambaran kepada peserta Angkatan XII mengenai pentingnya proses pendidikan, praktik, dan pembentukan karakter sebelum memasuki dunia kerja.

Selain keterampilan teknis, Aero Astra Akademia menempatkan pembentukan karakter dan sikap kerja sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.

Denny Primawan Lo., S.E., M.M., CHM., C.Me., mengatakan pendidikan vokasi tidak cukup hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan. Mereka juga perlu memiliki pola pikir, kedisiplinan, mental, dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan lingkungan kerja.

“Kami menitikberatkan pada perubahan mindset. Disiplin adalah keharusan, pendidikan mental dan perilaku atau attitude adalah yang utama,” kata Denny.

Menurut Denny, attitude berkaitan dengan sikap, perilaku, dan kesiapan mental seseorang dalam menghadapi orang lain, situasi, maupun pekerjaan.

Dalam lingkungan kerja profesional, sikap seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian dari kompetensi yang diperlukan.

“Attitude adalah sesuatu yang bisa dipilih, dilatih, dan diubah oleh pribadi yang mandiri,” ujarnya.

Denny menambahkan, peserta didik yang memiliki sikap kerja yang baik akan lebih mudah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan tugas.

“Dengan attitude yang baik, tentunya pengetahuan atau knowledge dan keterampilan atau skill yang merupakan kemampuan atau ability masing-masing siswa yang mumpuni, sangat mudah untuk dilatih,” katanya.

Untuk memperkuat pemahaman terhadap standar industri, Denny juga mengikuti pelatihan Auditor Hotel dan CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pengembangan pendidikan vokasi di Aero Astra Akademia sebelumnya juga mendapat perhatian pemerintah. Wakil Menteri Tenaga Kerja RI Afriansyah Noer pernah mengunjungi Aero Astra Akademia di Tulang Bawang, Lampung.

Dalam kunjungan tersebut, Afriansyah Noer meresmikan gedung kampus Aero Astra Akademia sekaligus membuka Pelatihan Barista dan Kontes Mekanik SMK yang berlangsung di kampus tersebut.

Kehadiran Aero Astra Akademia menjadi salah satu bagian dari upaya pengembangan pendidikan vokasi bagi generasi muda, khususnya dalam membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik melalui teaching factory, program magang, dan pengujian kompetensi, peserta didik dipersiapkan untuk memiliki bekal sebelum memasuki industri.

Pembukaan Angkatan XII menjadi kelanjutan dari proses tersebut. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menguasai knowledge dan skill, tetapi juga membangun attitude, kedisiplinan, serta mental kerja.

Dengan pendekatan tersebut, pendidikan vokasi diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk memasuki dunia kerja.

Aero Astra Akademia pun terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas tenaga kerja muda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Hab)