Anies dan Ahok Sulit Bersanding di Pilkada Jakarta

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahok pernah melakukan tindak pidana penghinaan agama. Hal ini pun melekat pada diri Ahok sebagai bagian dari masa lalunya.

JAKARTARAYA-Dua mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai akan sulit untuk bersanding sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada Serentak 2024.

“Kalau saya sih bicara politik mungkin, tapi sulit, tapi berat kan gitu,” kata Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin di Jakarta, kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski Anies dan Ahok pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta, menurut Ujang, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu pernah melakukan tindak pidana penghinaan agama. Hal ini pun melekat pada diri Ahok sebagai bagian dari masa lalunya.

“Walaupun disatukan tetap saja bahwa ada persoalan pidana pada masa lalu, itu kan tidak pernah terhapus. Ada dan itu berdasarkan putusan pengadilan yang inkrah,” jelasnya.

Ia pun tak menutup kemungkinan Anies dan Ahok memiliki peluang kecil untuk maju bersama pada Pilkada DKI Jakarta. Selain itu, dia juga tak bisa memastikan Anies dan Ahok dapat memenangkan Pilkada 2024.

Baca Juga :  Prabowo Ditanya Soal Sering Dikhianati: Biar Rakyat yang Menilai

Tak hanya itu, Ujang tak masalah apabila PDI Perjuangan dapat membahas dan mengutarakan itu untuk memasangkan dua mantan Gubernur DKI Jakarta.

Hal itu karena perolehan kursi partai berlambang banteng moncong putih itu mengalami penurunan pada Pemilu 2024 sekitar 14 kursi atau 13 persen kursi dewan dari 28 kursi atau 26 persen jumlah kursi DPRD DKI 2019.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan harus berkoalisi dengan partai lain karena mereka membutuhkan tambahan kursi minimal 7 persen untuk mencalonkan kandidatnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih mencermati nama-nama tokoh yang diusulkan untuk diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada serentak 2024.

Hasto mengatakan hal itu menanggapi pertanyaan terkait peluang PDI Perjuangan memasangkan dua mantan gubernur DKI Jakarta yakni Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai calon gubernur – wakil gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga :  Perbandingan Elektabilitas Capres di Masa Pendaftaran, Prabowo Unggul di Berbagai Lembaga Survei

“Nama-nama akan tersaring sesuai dengan usulan dari daerah-daerah. Mohon maaf, belum bisa kami sebut karena masih melakukan proses pencermatan,” kata Hasto di Posko Pemenangan, Jakarta, Senin (6/5) malam.

Ia pun tak memungkiri Ahok dan Anies adalah tokoh yang diusulkan kepada PDI Perjuangan untuk diusung sebagai kepala daerah di Jakarta.

Menurut dia, mereka merupakan sosok yang mencerminkan karakter Indonesia.

“Kita kan partai demokrasi yang berkarakter Indonesia, sehingga nama-nama itu diusulkan dari bawah,” ujarnya.

Politisi asal Yogyakarta itu menjelaskan bahwa nama bakal calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan akan disaring melalui usulan dewan pimpinan cabang (DPC) dan dewan pimpinan daerah (DPD).

Untuk itu, saat ini proses penjaringan masih dilakukan di tingkat provinsi untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur.(JR)

Penulis : il

Berita Terkait

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya
Helmy Halim: PSI Kota Tangerang “Spektakuler”, Resmi Mendaftar ke “Partainya” Kaesang
Airin Dipuji Ketum PAN
Wawancara Penjaringan PDIP, Helmy Halim : PDIP Partai Besar, Dua Periode Pemenang
Empat Nama Muncul di PDIP untuk Pilkada Jakarta
Gerindra Lirik Dedy Mulyadi di Pilkada Jabar
Helmy Halim : Bersama PKB Ingin Perhatikan Pengurus DKM
Tim Helmy Halim Ambil Formulir ke Partai Nasdem
Berita ini 4 kali dibaca
Dua mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai akan sulit untuk bersanding sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada Serentak 2024. "Kalau saya sih bicara politik mungkin, tapi sulit, tapi berat kan gitu," kata Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin di Jakarta, kemarin. Meski Anies dan Ahok pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta, menurut Ujang, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu pernah melakukan tindak pidana penghinaan agama. Hal ini pun melekat pada diri Ahok sebagai bagian dari masa lalunya.

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:27 WIB

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya

Selasa, 21 Mei 2024 - 12:22 WIB

Helmy Halim: PSI Kota Tangerang “Spektakuler”, Resmi Mendaftar ke “Partainya” Kaesang

Senin, 13 Mei 2024 - 09:43 WIB

Airin Dipuji Ketum PAN

Rabu, 8 Mei 2024 - 08:39 WIB

Anies dan Ahok Sulit Bersanding di Pilkada Jakarta

Selasa, 7 Mei 2024 - 12:59 WIB

Wawancara Penjaringan PDIP, Helmy Halim : PDIP Partai Besar, Dua Periode Pemenang

Selasa, 7 Mei 2024 - 09:35 WIB

Empat Nama Muncul di PDIP untuk Pilkada Jakarta

Senin, 6 Mei 2024 - 10:11 WIB

Gerindra Lirik Dedy Mulyadi di Pilkada Jabar

Sabtu, 4 Mei 2024 - 12:05 WIB

Helmy Halim : Bersama PKB Ingin Perhatikan Pengurus DKM

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB