JAKARTA RAYA-Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk menindak kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penegasan tersebut disampaikan menyusul insiden kekerasan yang menewaskan sejumlah warga sipil di Distrik Seradala dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Aparat memastikan proses penyelidikan, pengejaran, serta penegakan hukum akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sebagai prioritas utama.
Peristiwa tragis itu terjadi di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi awal, aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata OPM yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Korban terdiri atas pasangan suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Aparat masih terus melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian maupun identitas seluruh korban guna memastikan seluruh fakta terungkap secara menyeluruh.
Kepala Penerangan Koops Habema, M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap langkah aparat keamanan berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional.
“Koops Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban. Tidak ada satu pun masyarakat yang seharusnya kehilangan nyawa akibat aksi kekerasan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengecam keras tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut.
“Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman KKB terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan sehingga aktivitas sosial dan pembangunan di Papua dapat terus berlangsung dengan aman dan kondusif.(hab)


Tinggalkan Balasan