JAKARTA RAYA – Di tengah duka yang masih menyelimuti para korban kebakaran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, prajurit Bekangdam Jaya hadir memberikan bantuan nyata melalui penyediaan makanan bagi warga terdampak yang saat ini mengungsi di lokasi penampungan sementara.
Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah tersebut, Bekangdam Jaya mengoperasikan tiga dapur lapangan dan satu kendaraan dapur lapangan guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi setiap hari. Dari fasilitas darurat tersebut, prajurit menyiapkan makanan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam dengan menu yang sehat, bergizi, serta bervariasi.
Setiap hari, layanan dapur lapangan itu mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200 hingga 250 korban kebakaran, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga lanjut usia yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Sejak dini hari hingga larut malam, para prajurit bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka bergotong royong menyiapkan bahan makanan, memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan kepada para pengungsi. Kesibukan di dapur lapangan menjadi gambaran nyata semangat pengabdian dan kepedulian TNI kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Kepala Bekangdam Jaya, Letkol Cba Rudy Haryanto, mengatakan bahwa keberadaan dapur lapangan merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya pada saat terjadi bencana maupun keadaan darurat.
“Kami memahami bahwa para korban saat ini sedang menghadapi masa yang sangat sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran. Karena itu, Bekangdam Jaya berupaya semaksimal mungkin memastikan kebutuhan dasar mereka, khususnya makanan, dapat terpenuhi dengan baik. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujar Letkol Cba Rudy Haryanto.
Menurutnya, seluruh personel yang bertugas di dapur lapangan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan semangat kemanusiaan. Mereka berupaya memastikan para pengungsi mendapatkan makanan yang layak dan bergizi selama masa penanganan darurat berlangsung.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Bekangdam Jaya ini menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam membantu warga yang mengalami kesulitan.
Di balik kepulan asap dari dapur lapangan, tersimpan semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian yang menjadi kekuatan bagi para korban kebakaran untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Kehadiran para prajurit di tengah pengungsian menjadi simbol harapan bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi cobaan, melainkan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap sesama. (Hab)


Tinggalkan Balasan