JAKARTA RAYA-Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan perannya dalam memperkuat akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu fokus utama yang kini digencarkan adalah skrining kesehatan mata sebagai langkah preventif untuk menekan risiko katarak, yang masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia.
Melalui pelaksanaan skrining mata secara rutin dan terintegrasi dalam program CKG, masyarakat dapat memperoleh deteksi dini terhadap berbagai gangguan penglihatan, termasuk katarak. Upaya ini dinilai penting mengingat banyak kasus katarak yang tidak terdeteksi sejak awal, sehingga berujung pada penurunan kualitas hidup hingga kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus meningkatkan jangkauan layanan skrining katarak melalui CKG pada 2026 guna mencegah kebutaan. Kebijakan ini dibarengi dengan perluasan akses operasi katarak.
“Jika Katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya pengelihatan melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketergantungan individu terhadap orang lain serta memperbesar beban sosial dan ekonomi keluarga” ujarnya.
Untuk mengatasi tantangan kebutaan katarak, Kemenkes tidak hanya mengandalkan integrasi skrining mata dalam CKG 2026 dan jaminan operasi melalui JKN. Kemenkes juga menjalin kerja sama strategis dengan mitra internasional, yaitu Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab (UEA), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan operasi katarak gratis bagi 500 pasien selama periode Januari hingga Mei 2026.
Duta Besar UEA untuk RI dan ASEAN, Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia. Beliau menambahkan, layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan pilar penting dalam hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia. Layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Program CKG tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga menitikberatkan pada pendekatan promotif dan preventif. Dengan skrining mata yang masif dan mudah diakses, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata semakin meningkat. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka prevalensi katarak secara nasional.(hab)


Tinggalkan Balasan