Dinkes Larang Rumah Warga di Jakarta Gunakan Asbes

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption Penggunaan asbes pada atap rumah berbahaya bagi kesehatan.(ist)

Caption Penggunaan asbes pada atap rumah berbahaya bagi kesehatan.(ist)

Asbes bisa dikategorikan sebagai Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

JAKARTARAYA-Terkait tingginya kandungan karsinogenik di dalam asbes, membuat Dinas Kesehatan DKI Jakarta melarang pemakaian material asbes pada bangunan rumah warga Jakarta, karena dapat memicu sejumlah penyakit bagi penghuninya.

“Kegunaannya yang luas menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan seperti mempercepat radang dan meningkatkan risiko terkena kanker paru,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, kemarin.

Ia menyebut asbes bisa dikategorikan sebagai Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Menurut dia saat ini material asbes masih banyak digunakan pada bangunan di Indonesia termasuk rumah yang biasanya dipakai untuk atap dan langit-langit.

Kemudian material ini juga digunakan pada komponen kendaraan seperti kampas rem dan kopling.

Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) tahun 2019 di Indonesia terdapat 1.661 kematian akibat paparan asbes di tempat kerja dan 82 persen di antaranya dari kanker paru-paru.

Baca Juga :  Tips Cantik Ala Titi DJ di Usia 57 Tahun Selain Operasi Anti-aging di Korea

“Diperkirakan jumlah kematian ini akan meningkat menjadi sekitar 3.000 jiwa pada tahun 2040 jika penggunaan asbes tidak segera dikurangi,” kata dia.

Menurut dia sejumlah penyakit yang dapat ditimbulkan dari paparan asbes yakni sesak nafas, batuk kering, batuk darah dan nyeri dada.

Ia mengatakan untuk mengurangi paparan asbes sebaiknya warga tidak menggunakan bahan bangunan yang mengandung asbes atau kalau sudah terlanjur memakai maka bisa menggantinya dengan bahan yang lebih aman dan sehat.

“Periksa diri ke fasilitas kesehatan dan konsultasikan dengan ahli paru jika mengalami gejala penyakit akibat asbes,” kata dia.(JR)

Penulis : il

Berita Terkait

Tambah Vaksin PCV15, PAPDI Umumkan Pembaruan Rekomendasi Jadwal Vaksinasi Dewasa
LAMI Dukung Kemenkes Perluas Pembangunan RS Soeharto Heerdjan
Sutejo, Ahli Terapi Telapak Petir yang Jago Bikin Lagu
Waspada, DBD di Jaksel telah Merenggut Jiwa Seorang Warga
Langkah Pemprov DKI Gencarkan Vaksinasi DBD dapat Dukungan
Inilah Manfaat Kurma Basah saat Berbuka Puasa
BPOM Temukan Mie Berformalin
Terbitkan Buku Evaluasi Efektivitas PPKM dalam Penanganan Pandemi COVID-19, UI Diapresiasi Kemendagri
Berita ini 6 kali dibaca
Terkait tingginya kandungan karsinogenik di dalam asbes, membuat Dinas Kesehatan DKI Jakarta melarang pemakaian material asbes pada bangunan rumah warga Jakarta, karena dapat memicu sejumlah penyakit bagi penghuninya. "Kegunaannya yang luas menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan seperti mempercepat radang dan meningkatkan risiko terkena kanker paru," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait

Rabu, 8 Mei 2024 - 08:44 WIB

Dinkes Larang Rumah Warga di Jakarta Gunakan Asbes

Selasa, 30 April 2024 - 12:18 WIB

Tambah Vaksin PCV15, PAPDI Umumkan Pembaruan Rekomendasi Jadwal Vaksinasi Dewasa

Senin, 22 April 2024 - 20:15 WIB

LAMI Dukung Kemenkes Perluas Pembangunan RS Soeharto Heerdjan

Jumat, 5 April 2024 - 15:17 WIB

Sutejo, Ahli Terapi Telapak Petir yang Jago Bikin Lagu

Selasa, 2 April 2024 - 10:02 WIB

Waspada, DBD di Jaksel telah Merenggut Jiwa Seorang Warga

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:04 WIB

Langkah Pemprov DKI Gencarkan Vaksinasi DBD dapat Dukungan

Selasa, 26 Maret 2024 - 13:13 WIB

Inilah Manfaat Kurma Basah saat Berbuka Puasa

Jumat, 22 Maret 2024 - 10:33 WIB

BPOM Temukan Mie Berformalin

Berita Terbaru