DPR Minta Jangan Bebani Masyarakat Bawah, Tarif KRL akan Naik

Selasa, 7 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini dilakukan guna mencegah kenaikan tarif KRL menjadi beban bagi masyarakat umum, terutama bagi kelompok menengah ke bawah.

JAKARTARAYA-Tarif KRL Jabodetabek dikabarkan akan naik. PT KAI Commuter (KCI) tengah menunggu peraturan dari Kementerian Perhubungan.

Rencana kenaikan tarif tersebut dibenarkan Asdo Artriviyanto, Direktur Utama PT KAI Commuter (KCI). Meski begitu, pihaknya masih menunggu peraturan, khususnya dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah akan menetapkan masalah kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Akan ada kenaikan, ada. Tunggu tanggal mainnya,” ujar Asdo dikutip, Senin (6/5).

Menurutnya, layanan KRL Commuter Line adalah layanan penugasan publik service obligation (PSO). Pihaknya hanya menjalankan penugasan tersebut dan komponen tarifnya juga dihitung langsung oleh Kemenhub.

Menyikapi rencana tersebut, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pemerintah harus menyediakan solusinya. Ini dilakukan guna mencegah kenaikan tarif KRL menjadi beban bagi masyarakat umum, terutama bagi kelompok menengah ke bawah.

Sebagai solusi agar masyarakat lemah tidak terbebani dengan kenaikan tarif KRL Jabodetabek, Pemprov DKI dan PT KCI dapat menerapkan cara yang diberlakukan Pemprov Jawa Tengah (Trans Jateng) dan Pemkot Semarang (Trans Semarang) dalam memberikan subsidi penumpang.

Baca Juga :  Hati-Hati! Tindak Kriminalitas di Jakarta Meningkat 32 Persen

Ia menjelaskan bahwa tarif Trans Semarang, yang dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang, adalah Rp4.000, dan ada tarif khusus Rp1.000 untuk siswa atau mahasiswa.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama meminta kepada pemerintah agar tarif KRL Jabodetabek yang belum berubah sejak tahun 2016 dapat naik tahun 2024 ini.

Ia menyebut ada tiga catatan penting yang menjadi pertimbangan untung-rugi dan dampaknya jika tarif KRL dinaikkan. “Pertama, jangan sampai membebani mayoritas dari penumpang KRL, dilihat dari rata-rata penghasilannya,” tutur Suryadi, dikutip republika co id, kemarin.

Ia mengatakan menurut survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2021 menunjukkan bahwa sebanyak 56,06 persen penumpang KRL berpenghasilan kurang dari Rp 4 juta sebulan, dan 43,94 perseb berpenghasilan lebih dari Rp 4 juta.

Kemudian catatan yang kedua, jangan sampai membuat penumpang KRL beralih kepada kendaraan pribadi. “Itulah sebabnya, meskipun public service obligation (PSO) atau subsidi tarif KRL Jabodetabek sebanyak Rp 1,6 triliun pada tahun 2023 dianggap tidak tepat sasaran kepada kalangan kurang mampu, tarif KRL tidak dapat langsung dinaikkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Warna Kantong Sembako Murah Dikritik, Ujang Komarudin Pola untuk Menjatuhkan Lawan

Catatan ketiga yakni kualitas pelayanan yang harus ditingkatkan, terutama sesuai dengan ketentuan dalam Permenhub No PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Menurutnya saat ini masih banyak keluhan penumpang KRL terkait keterlambatan datangnya kereta, padatnya penumpang pada jam-jam sibuk, repotnya pergerakan penumpang di Stasiun Manggarai, rusaknya elevator di beberapa stasiun, dan terbaru adalah jatuhnya penumpang di celah peron stasiun.

Selain itu, politikus PKS itu menilai pembangunan berbagai sarana prasarana KRL masih jauh panggang dari api, seperti revitalisasi Stasiun Pondok Rajeg, pembangunan jalur ganda (double track) dan lainnya seperti yang diamanahkan Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek Tahun 2018-2029. (jr)

Penulis : il

Berita Terkait

Aliansi Rakyat Jakarta Segera Deklarasikan Dukungan Kepada Anies Baswedan Dalam Pilkada Jakarta
KPU DKI Jakarta Gelar Peluncuran Tahapan Pilkada di Monas
Kodim 0501/JP Gandeng BPJS Dan Lab Kimia Farma Cek Kesehatan Prajurit, PNS Serta Persit KCK
Berikan Fasilitas Kredit Kepemilikan Tempat Usaha di Pasar Sukasari Bogor, Bank DKI Gandeng Perumda Pasar Pakuan Jaya
Tandatangani Pakta Integritas, Kesit Budi Handoyo Komitmen Besarkan PWI Jaya dengan Profesional Bertanggung Jawab
Koalisi PKS-PDIP di Pilkada DKI 2024 Kekuatan yang Dahsyat
Saksikan Penandatangan Kontrak Kerja, Wakil Wali Kota Jakut Juaini Imbau PPPK Layani Masyarakat Sepenuh hati
KPU DKI Jakarta : Dokumen Diterima, Pasangan Calon Perseorangan Punya Waktu 3×24 Jam untuk Unggah ke Silon
Berita ini 9 kali dibaca
Tarif KRL Jabodetabek dikabarkan akan naik. PT KAI Commuter (KCI) tengah menunggu peraturan dari Kementerian Perhubungan. Rencana kenaikan tarif tersebut dibenarkan Asdo Artriviyanto, Direktur Utama PT KAI Commuter (KCI). Meski begitu, pihaknya masih menunggu peraturan, khususnya dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. "Pemerintah akan menetapkan masalah kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Akan ada kenaikan, ada. Tunggu tanggal mainnya," ujar Asdo dikutip, Senin (6/5).

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 15:11 WIB

Aliansi Rakyat Jakarta Segera Deklarasikan Dukungan Kepada Anies Baswedan Dalam Pilkada Jakarta

Kamis, 23 Mei 2024 - 13:20 WIB

Kodim 0501/JP Gandeng BPJS Dan Lab Kimia Farma Cek Kesehatan Prajurit, PNS Serta Persit KCK

Jumat, 17 Mei 2024 - 08:19 WIB

Berikan Fasilitas Kredit Kepemilikan Tempat Usaha di Pasar Sukasari Bogor, Bank DKI Gandeng Perumda Pasar Pakuan Jaya

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:10 WIB

Tandatangani Pakta Integritas, Kesit Budi Handoyo Komitmen Besarkan PWI Jaya dengan Profesional Bertanggung Jawab

Rabu, 15 Mei 2024 - 07:26 WIB

Koalisi PKS-PDIP di Pilkada DKI 2024 Kekuatan yang Dahsyat

Selasa, 14 Mei 2024 - 19:16 WIB

Saksikan Penandatangan Kontrak Kerja, Wakil Wali Kota Jakut Juaini Imbau PPPK Layani Masyarakat Sepenuh hati

Selasa, 14 Mei 2024 - 15:24 WIB

KPU DKI Jakarta : Dokumen Diterima, Pasangan Calon Perseorangan Punya Waktu 3×24 Jam untuk Unggah ke Silon

Senin, 13 Mei 2024 - 13:15 WIB

Jakarta Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi RDF di Rorotan, Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB