JAKARTA RAYA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) menegaskan komitmennya menjadi kampus unggulan di bidang transisi energi dengan memastikan lulusannya siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri.
Rektor ITPLN, Iwa Garniwa, menyampaikan bahwa akreditasi unggul menjadi target strategis kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan bimbingan teknis akreditasi bersama LLDIKTI Wilayah III.
“Akreditasi bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur mutu institusi. ITPLN harus menjadi rujukan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Iwa mengungkapkan, Indonesia menghadapi persoalan serius di sektor pendidikan tinggi. Dari sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi setiap tahun, sekitar 250 ribu di antaranya belum terserap dunia kerja.
“Ini menjadi tantangan besar. Kami tidak ingin hanya meluluskan mahasiswa, tetapi memastikan mereka siap menghadapi kebutuhan industri,” tegasnya.
Sebagai solusi, ITPLN fokus mengembangkan sumber daya manusia di sektor energi, khususnya transisi energi yang menjadi kebutuhan global ke depan.
ITPLN saat ini berada dalam fase strategis untuk memperkuat posisinya sebagai kampus berbasis energi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurut Iwa, perubahan global menuju energi berkelanjutan menuntut kompetensi baru, termasuk dalam bidang digitalisasi, otomatisasi, dan robotisasi.
“Jika pendidikan tidak beradaptasi, kita akan tertinggal, terutama dalam menghadapi tantangan transisi energi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mutu harus menjadi DNA institusi, bukan sekadar slogan.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Tim Penjaminan Mutu LLDIKTI Wilayah III, Prima Satria, menyebut sistem penjaminan mutu ITPLN menunjukkan tren positif.
“ITPLN meningkat dari tipologi 4 menjadi tipologi 3. Ini menunjukkan perbaikan, meski belum seluruh aspek terpenuhi,” ujarnya.
Namun, masih terdapat sejumlah catatan penting, seperti:
- Dokumen standar belum sepenuhnya mengacu pada regulasi terbaru
- Belum adanya SK auditor
- Dokumen rencana tindak lanjut (RTL) yang belum sesuai
- Akses dokumen yang masih terbatas
- Target Akreditasi dan Tantangan ke Depan
Per April 2026, komposisi akreditasi program studi di ITPLN adalah:
- 1 program studi berstatus unggul
- 5 program studi berstatus baik sekali
- 11 program studi berstatus baik
- 1 program studi belum terakreditasi
Selain itu, lima program studi akan habis masa akreditasinya dalam waktu dekat.
Menurut Prima, untuk mencapai akreditasi unggul, minimal 15% program studi harus meraih status unggul.
Melalui kegiatan bimbingan teknis ini, ITPLN berupaya memperkuat tata kelola, sistem penjaminan mutu, serta kesiapan akreditasi sesuai standar terbaru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak lulusan yang kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan industri energi masa depan. (hab)


Tinggalkan Balasan