Mahfud Minta KPK dan Bawaslu Turun Tangan Atas Temuan PPATK Soal Transaksi Janggal Selama Kampanye

Minggu, 17 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cawapres saat kampanye di Sumbar

Cawapres saat kampanye di Sumbar

JAKARTA RAYA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut tiga, Mahfud MD meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti adanya temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait peningkatan transaksi mencurigakan selama masa kampanye Pemilu 2024.

“Pertama, Bawaslu harus menyelidiki itu dan mengungkap kepada publik,” tegas Mahfud saat berbincang dengan media lokal di kantor DPD Sumbar Partai Hanura, Minggu (17/12/2023).

Jika memang benar transaksi mencurigakan itu merupakan ‘uang haram’, maka biasanya transaksi tersebut berasal dari tindakan pencucian uang. Untuk itu, Mahfud juga mendorong agar lembaga penegak hukum ikut terlibat dalam memantau temuan ini.

“Supaya ditangkap, supaya diperiksa rekening yang dicurigai menerima dana politik secara tidak sah,” ujarnya.

“Jadi jangan diam, KPK-nya maupun Bawaslu-nya, dipanggil itu. Jadi saya dorong itu untuk diperiksa,” tutur dia melanjutkan.

Diberitakan sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut adanya peningkatan transaksi mencurigakan selama masa kampanye Pemilu 2024. Sebaliknya, rekening khusus kampanya malah tidak terlihat adanya pergerakan alias flat.

“Kita menemukan memang peningkatan yang masif dari transaksi mencurigakan. Misalnya terkait dengan pihak-pihak berkontestasi yang kita dapatkan namanya, daftar calon tetap (DCT) itu kita udah dapat,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, kepada wartawan, Kamis (14/12/2023).

Baca Juga :  *Pemprov DKI Diminta Tingkatkan Sosialisasi Vaksin DBD

Ivan membeberkan, temuan transaksi ilegal itu ditemukan usai pihaknya mendapatkan dan mengikuti data Daftar Caleg Sementara (DCT).

“Nah dari DCT kita ikuti, kita melihat memang transaksi terkait dengan pemilu ini masif sekali laporannya kepada PPATK,” ungkapnya.

Dia mengatakan, terdapat kenaikan lebih dari 100 persen yang berkutat di transaksi keuangan tunai. Ivan mengaku PPATK masih mendalami terkait temuan tersebut.(hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Prabowo-Titiek, Rujuk?
Anggota Baleg DPR RI : Meski Masuk Prolegnas Prioritas, Revisi UU MD3 Belum Tentu Dilanjutkan
Partai Golkar Menugaskan Tiga Nama untuk Pilkada Jakarta 2024
Berbagi Ramadan PWI Jaya, Paket Sembako dan Santunan untuk Dhuafa dan Warakawuri
KPU Ucapkan Terima Kasih Atas Kinerja PPK dan PPS
Heru dan Kaesang Berpeluang jadi Kandidat di Pilgub Jakarta
PDIP Siapkan Kader Internal di Pilkada Kabupaten Tangerang
Airin Apresiasi Peran Perempuan Golkar di Pemilu 2024
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 10:30 WIB

Prabowo-Titiek, Rujuk?

Senin, 8 April 2024 - 16:07 WIB

Anggota Baleg DPR RI : Meski Masuk Prolegnas Prioritas, Revisi UU MD3 Belum Tentu Dilanjutkan

Minggu, 7 April 2024 - 20:49 WIB

Partai Golkar Menugaskan Tiga Nama untuk Pilkada Jakarta 2024

Jumat, 5 April 2024 - 17:19 WIB

Berbagi Ramadan PWI Jaya, Paket Sembako dan Santunan untuk Dhuafa dan Warakawuri

Jumat, 5 April 2024 - 08:11 WIB

KPU Ucapkan Terima Kasih Atas Kinerja PPK dan PPS

Selasa, 2 April 2024 - 09:49 WIB

Heru dan Kaesang Berpeluang jadi Kandidat di Pilgub Jakarta

Selasa, 2 April 2024 - 04:44 WIB

PDIP Siapkan Kader Internal di Pilkada Kabupaten Tangerang

Senin, 1 April 2024 - 10:14 WIB

Airin Apresiasi Peran Perempuan Golkar di Pemilu 2024

Berita Terbaru

Kriminal

Polsek Cengkareng Periksa Lima Saksi dalam Kasus Anak Bacok Ibu

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:48 WIB

Caption Tugu Monas yang menjadi icon Jakarta.(ist)

Pemerintahan

Pansus Pasca IKN DPRD DKI Persiapkan Jakarta sebagai Kota Aglomerasi

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:44 WIB

Politik

Prabowo-Titiek, Rujuk?

Selasa, 16 Apr 2024 - 10:30 WIB