JAKARTA RAYA — PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PT EMI berhasil masuk dalam 18 besar ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026 yang diselenggarakan UN Global Compact Network Indonesia. Pencapaian ini diraih melalui inovasi pemanfaatan limbah industri sebagai material alternatif untuk mendukung kebutuhan perumahan nasional.

Inovasi bertajuk Transforming Industrial Waste into National Housing Solutions tersebut diumumkan dalam rangkaian Closing Ceremony & Innovation Showcase di Jakarta. Gagasan ini mengangkat potensi limbah industri untuk diolah kembali menjadi material bernilai guna, sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Keberhasilan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan PT EMI dalam mengembangkan gagasan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGI 2026 merupakan program pengembangan inovasi bagi profesional muda yang berlangsung sejak Februari hingga Juli 2026. Melalui pembelajaran, pendampingan, dan pengembangan gagasan, program ini mendorong peserta menghasilkan solusi yang dapat menjawab tantangan keberlanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dalam ajang tersebut, tim inovasi PT EMI dipimpin Asep Saepudin, Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PT EMI, selaku Champion. Tim tersebut juga beranggotakan Melinda Tri Undari, Zulkifli, Faqih Mualim, dan Nabila Nuraini.

Melalui inovasi tersebut, tim PT EMI mengembangkan konsep pemanfaatan limbah industri menjadi material yang berpotensi digunakan untuk mendukung sektor perumahan. Pendekatan ini mengedepankan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali sumber daya, pengurangan potensi timbulan limbah, serta penciptaan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Asep Saepudin mengatakan, pencapaian masuk dalam 18 besar SDGI 2026 merupakan hasil kolaborasi dan komitmen tim dalam mengembangkan solusi yang relevan dengan tantangan keberlanjutan.

“Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghasilkan ide baru, tetapi bagaimana ide tersebut dapat menjawab tantangan nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas. Melalui Transforming Industrial Waste into National Housing Solutions, kami ingin menunjukkan bahwa limbah industri memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber daya yang bernilai bagi masyarakat. Pencapaian masuk 18 besar ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan gagasan dan membuka peluang implementasinya,” ujar Asep.

Ia menambahkan, inovasi tersebut sejalan dengan pengembangan bisnis PT EMI, terutama pada bidang pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah industri. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam SDGI 2026 juga mencerminkan komitmen PT EMI membangun budaya inovasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kolaborasi lintas fungsi, para profesional perusahaan didorong menghasilkan gagasan yang tidak hanya menjawab tantangan operasional dan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada solusi keberlanjutan, PT EMI terus mengembangkan layanan di bidang pengelolaan energi, lingkungan, dan Green Attribute untuk mendukung transisi energi serta pencapaian target keberlanjutan nasional.

Pencapaian dalam SDGI 2026 diharapkan menjadi momentum bagi PT EMI untuk memperkuat kolaborasi dan mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah industri. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan dapat dikembangkan menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. (hab)