JAKARTA RAYA, Depok – Kampus SDI 78 Al-Azhar dan SMPI 68 Al-Azhar resmi beroperasi di kawasan Cimanggis Golf Estate (CGE), Kecamatan Tapos, Kota Depok, Sabtu (11/7/2026). Kehadiran sekolah baru ini diharapkan memperkuat akses pendidikan berkualitas sekaligus mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter.

Peresmian kampus berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh nasional serta daerah. Lokasi sekolah yang berada di kawasan CGE dinilai strategis karena berada tidak jauh dari akses Gerbang Tol Cimanggis–Jagorawi.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Wakil Menteri Agama RI Romo R. Muhammad Syafi’i, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Menteri Perdagangan periode 2019–2020 Agus Suparmanto, Ketua Yayasan Cendekia Adab Mulia (CAM) Teguh Juwarno, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, dan Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama Romo R. Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

Menurutnya, kemajuan pendidikan harus diawali dengan peningkatan kesejahteraan guru, baik yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Kementerian Agama.

“Guru yang hebat dan sejahtera akan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang efektif sehingga murid siap menerima pendidikan dengan baik. Pemerintah juga terus mendukung melalui Program Makan Bergizi Gratis dan layanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya terukur menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Romo Muhammad Syafi’i.

Ketua Yayasan Cendekia Adab Mulia (CAM), Teguh Juwarno, mengatakan pembangunan kampus tersebut dilandasi cita-cita menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada fasilitas fisik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, sekolah dibangun untuk melahirkan generasi yang beriman, berilmu, beradab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Dunia yang lebih baik tidak dibangun hanya dengan gedung yang megah, tetapi dengan lahirnya generasi yang beriman, berilmu, beradab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, setiap ruang kelas kami hadirkan untuk menanamkan ilmu, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” kata Teguh.

Ia menjelaskan pembangunan kampus dimulai pada Januari 2026 dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan.

Semangat “Man Jadda Wajada” atau barang siapa bersungguh-sungguh, niscaya akan berhasil menjadi motivasi utama selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami menyadari kampus ini belum sepenuhnya sempurna, tetapi kami berkomitmen untuk terus menyempurnakannya. Dengan semangat Man Jadda Wajada, kami berharap sekolah ini menjadi tempat lahirnya generasi yang mampu mewujudkan dunia yang lebih baik bagi nusa dan bangsa,” ujarnya.

Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Yayasan Cendekia Adab Mulia.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi amanah besar untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (ema)