JAKARTA RAYA – Menjelang Idul Adha 2026 yang tinggal menghitung hari, Perumda Dharma Jaya memastikan kesiapan stok dan kualitas hewan kurban bagi warga DKI Jakarta.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini telah mencadangkan sedikitnya 900 ekor sapi yang telah dinyatakan sehat dan layak kurban.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengungkapkan bahwa Idul Adha merupakan tantangan sekaligus berkah.
Menurutnya, persiapan teknis sudah dilakukan secara intensif sejak dua bulan sebelum Idul Fitri hingga menjelang Idul Adha ini.
“Secara kuantitas kami sudah cadangkan 900 ekor yang sudah terperiksa, sehat, dan pantas untuk dijadikan sapi kurban. Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujar Raditya saat berbincang bersama Jakarta Raya, Sabtu (23/5/2026).
Dalam menghadapi dinamika pasar, Dharma Jaya memegang teguh pesan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk tidak sekadar melakukan transaksi jual-beli. Raditya menekankan pentingnya berdialog strategis dengan para peternak sapi.
“Ada ungkapan Pak Gubernur bahwa Dharma Jaya jangan hanya beli sapi, tapi harus juga belanja masalah. Itu kami terapkan saat berdialog dengan peternak. Sebagai agen pembangunan, kami harus memahami kondisi lapangan agar harga tetap stabil dan memberikan kontribusi bagi warga Jakarta,” jelasnya.
Raditya tidak menampik adanya tantangan ekonomi, seperti kenaikan harga bahan pendukung. Ia mencontohkan harga plastik yang melonjak hingga 100%.
Namun, Dharma Jaya tetap berupaya mengatur strategi agar harga sapi kurban tetap kompetitif dan terjangkau tanpa merugikan pihak manapun.
Di sisi lain, tren permintaan hewan kurban tahun ini menunjukkan grafik positif. Permintaan dari mitra kerja Dharma Jaya tercatat naik sebesar 5% dibandingkan tahun 2025 lalu.
Raditya optimis tren ini akan terus tumbuh hingga tahun 2027 mendatang.
“Mitra kerja kami adalah bagian penting dari rantai pemasaran. Kenaikan permintaan ini menunjukkan kepercayaan yang terjaga. Dengan persiapan matang selama lima bulan terakhir, alhamdulillah secara teknis kami siap melayani kebutuhan kurban warga Jakarta,” ungkapnya.
Raditya tak menampik bahwa masih ada kekurangan di sana-sini. “Kami selalu evaluasi dan selalu melakukan perbaikan agar visi dan misi Dharma Jaya dapat terwujud,” katanya.
Evaluasi dilakukan tiap hari, karena menyangkut keberlangsungan ternak Sapi.
“Kami selalu melakukan evaluasi day by day untuk kemudian diperbaiki, karena yang kami urus ini mahluk hidup, jadi diteksi dini terkait kesehatan menjadi Utama,” pungkasnya. (DM/MAN)


Tinggalkan Balasan