JAKARTA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melepas 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dan juru sembelih halal (Juleha) untuk mengawasi pelaksanaan kurban Idul Adha 2026.

Pengawasan ketat ini dilakukan di seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu guna menjamin kualitas daging kurban.

Pelepasan ratusan petugas tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, pada Selasa (26/5/2026).

Antisipasi Lonjakan 68 Ribu Hewan Kurban

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa pengawasan tahun ini diperketat karena tingginya aktivitas kurban di ibu kota.

Berdasarkan data terbaru, diperkirakan ada sekitar 68 ribu ekor hewan kurban yang akan disembelih dalam kurun waktu tiga hari.

“Menjelang Idul Adha, aktivitas distribusi, penjualan, penampungan, hingga pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat tajam. Pengawasannya harus jauh lebih ketat karena menyangkut konsumsi warga,” ujar Rano Karno.

Petugas gabungan yang dikerahkan terdiri dari:

  • 424 personel Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI.
  • 62 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jakarta.
  • 208 personel Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University.
  • 50 anggota Pramuka.

Jamin Daging Kurban Penuhi Prinsip ASUH

Pemprov DKI memastikan pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara menyeluruh melalui dua tahap, yaitu sebelum penyembelihan (antemortem) dan setelah pemotongan (postmortem).

Langkah ini wajib diambil untuk memastikan seluruh daging kurban memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menambahkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kesehatan hewan sejak dari daerah pemasok.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis berbahaya seperti antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), serta orf,” tegas Hasudungan.

Selain kesehatan hewan, Pemprov DKI juga memperketat pengawasan limbah kurban. Panitia diimbau membuat lubang khusus penampung darah dan mengubur limbah organ hewan agar tidak mencemari saluran air atau sungai.

Bantuan Sapi Kurban Pemprov DKI Meningkat Jadi 210 Ekor

Pada Idul Adha 1447 H ini, Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan jumlah bantuan sosial keagamaan berupa hewan kurban.

Tahun ini, total bantuan mencapai 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing, meningkat dari tahun lalu yang hanya 160 ekor sapi.

Rincian sumber bantuan sapi kurban tersebut meliputi:

  • 160 ekor sapi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
  • 44 ekor sapi dari Baznas Bazis DKI Jakarta.
  • 6 ekor sapi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Melalui sinergi pengawasan ketat dan peningkatan bantuan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap perayaan Idul Adha 2026 di Jakarta dapat berjalan dengan aman, higienis, dan sesuai syariat Islam. (MAN)