JAKARTA RAYA– Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (INKOP TKBM) Pelabuhan menegaskan tidak memiliki hubungan organisasi maupun afiliasi dengan SP TKBM Indonesia.
Karena itu, seruan Siaga Mogok Nasional yang disampaikan organisasi tersebut disebut bukan bagian dari sikap maupun kebijakan INKOP TKBM Pelabuhan.
Ketua Umum INKOP TKBM Pelabuhan H. M. Nasir mengatakan, pernyataan Ketua Umum SP TKBM Indonesia terkait rencana Mogok Nasional merupakan tanggung jawab organisasi yang bersangkutan dan tidak mewakili INKOP TKBM Pelabuhan beserta jaringan koperasi primer TKBM di seluruh Indonesia.
“INKOP TKBM Pelabuhan tidak pernah terlibat, membahas, maupun memberikan mandat terhadap rencana aksi mogok tersebut. Seluruh koperasi TKBM yang berada di bawah naungan INKOP tetap menjalankan kegiatan bongkar muat secara normal,” kata Nasir dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Nasir meminta agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan buruh pelabuhan secara umum sehingga menimbulkan kesan seolah-olah seluruh tenaga kerja bongkar muat mendukung rencana aksi tersebut.
“Jangan membawa nama Buruh Pelabuhan Indonesia seolah-olah seluruh pekerja pelabuhan mendukung wacana tersebut. Itu bukan sikap INKOP TKBM Pelabuhan maupun koperasi-koperasi primer TKBM di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurut Nasir, penggunaan narasi yang mengatasnamakan buruh pelabuhan secara luas berpotensi menimbulkan salah persepsi di masyarakat serta keresahan di lingkungan koperasi TKBM di berbagai pelabuhan.
Atas dasar itu, INKOP TKBM telah menginstruksikan Bagian Hukumnya untuk melakukan kajian terhadap pernyataan tersebut.
Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum, INKOP TKBM membuka kemungkinan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak akan tinggal diam apabila ada pihak yang mengatasnamakan TKBM tanpa dasar yang jelas dan berpotensi mengganggu stabilitas pelayanan pelabuhan serta logistik nasional,” tegas Nasir.
Ia memastikan pelayanan bongkar muat di pelabuhan yang dikelola koperasi-koperasi anggota INKOP TKBM tetap berjalan normal.
Menurutnya, seluruh jajaran INKOP TKBM berkomitmen menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan, mendukung distribusi logistik nasional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa.
Dengan demikian, lanjut Nasir, seruan Siaga Mogok Nasional yang disampaikan SP TKBM Indonesia merupakan sikap organisasi tersebut dan tidak memiliki keterkaitan dengan INKOP TKBM Pelabuhan maupun kegiatan operasional koperasi-koperasi TKBM yang berada di bawah naungannya. (Ali)


Tinggalkan Balasan