JAKARTA RAYA – Trotoar di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat (Jabar), jadi sorotan publik. Baru setahun dibangun dengan anggaran miliaran rupiah, namun sudah rusak.
Bukan semata soal anggarannya, melainkan fungsionalnya yang tak bertahan lebih dari setahun. Padahal, trotoar itu menelan anggaran Rp 9,7 miliar, dan dibangun pada tahun 2025 lalu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kini kembali menggelontorkan Rp 1 miliar untuk memperbaiki trotoar tersebut.
Adi Purwa (51), warga Sawangan, mengaku heran dengan kondisi trotoar tersebut. Baru satu tahun digunakan tapi kok sudah rusak.
“Saya kaget aja. Saya nyangkanya itu belum selesai. Ternyata dapat informasi katanya ambles. Proyek ini kan baru satu tahunan, dananya lumayan loh, Rp 9,7 miliar. Kalau sampai ambles kayak gitu, kan berarti ada something wrong gitu loh,” ujarnya.
Adi berharap trotoar itu segera diperbaiki. Karena dapat membahayakan pengguna jalan.
“Ya harus segera (diperbaiki). Kan bahaya ini. Terutama karena di pinggir jalan ya, takutnya kan ambles ke bawah, nanti malah pengguna jalan yang jadi korban,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada Pemda Kota Depok untuk mengawasi setiap proyek, apalagi yang berkaitan dengan fasilitas umum.
“Ya kan percuma saja kalau diperbaiki, tapi tanpa pengawasan. Harus diawasi anggaran dan bahan konstruksinya. Ini belum ada setahun loh, tapi sudah rusak,” tegasnya.
Diketahui, trotoar yang rusak itu berada di Jalan Raya Sawangan, Depok, sebelah kiri jalur menuju Jalan Margonda Raya. Trotoar itu menyambung dengan Taman Secawan.
Terlihat Sebagian trotoar tersebut amblas ke sungai dan sudah ditutupi terpal berwarna biru. Trotoar yang amblas itu diberi pembatas kayu, traffic cone dan garis kuning agar tidak digunakan oleh pejalan kaki.
Dianggarkan Lagi Rp 1 Miliar untuk Perbaikan
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan bahwa trotoar ini merupakan bagian dari proyek penataan Kali Cabang Tengah.
Tahap pertama dikerjakan pada 2023 dan untuk tahap kedua dikerjakan pada Februari 2025. Ia membenarkan total anggarannya mencapai Rp 9,7 miliar.
Yodi menjelaskan, longsor yang terjadi menyebabkan material turap menutupi aliran Kali Cabang Tengah. Sehingga perlu segera ditangani agar tidak mengganggu fungsi saluran dan memicu dampak yang lebih luas.
“Perbaikan trotoar yang longsor dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 menggunakan dana BTT lebih dari Rp 1 miliar,” katanya dilihat dari situs Pemkot Depok, Selasa (4/8/2026).
Dia menyebut titik longsor memiliki panjang sekitar 60 meter dengan tinggi mencapai 3 meter. Saat ini, DPUPR Depok tengah menyelesaikan tahapan administrasi agar pekerjaan dapat segera dimulai sesuai jadwal.
“Mudah-mudahan progresnya berjalan sesuai rencana dan perbaikan bisa segera kami lakukan. Kami mohon warga bersabar,” ucapnya.
Wali Kota Sampaikan Alasan Baru Respons
Sementara Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan alasannya kenapa baru merespons atau menindaklanjuti trotoar yang amblas tersebut.
Dia mengatakan pihaknya tengah melakukan mekanisme penganggaran untuk perbaikan trotoar tersebut.
“Jadi pertama saya sampaikan ini sudah dalam proses kita gunakan dana BTT (belanja tidak terduga) Mohon maaf kalau mungkin banyak informasi dianggap tidak langsung merespons karena memang mekanisme penganggaran tetap tidak harus bisa langsung merespons,” ujar Supian kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Dia mengatakan dana untuk perbaikan tidak masuk ke dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Namun, ia mengatakan dalam waktu dekat perbaikan akan segera dilakukan.
“Ini tidak masuk di dalam APBD murni 2026. Kita tidak tahu ada musibah ini, sehingga kita harus melalui mekanisme BTT, Belanja Tidak Terduga. Dan Insya’allah dalam waktu dekat di awal Agustus ini sudah dilakukan perbaikan,” jelasnya. (MAN)


Tinggalkan Balasan