JAKARTA RAYA – DPD Partai Demokrat DKI Jakarta membuka turnamen bola voli AHY Cup 2026 yang diikuti delapan klub dari berbagai wilayah Ibu Kota. Kompetisi tersebut berlangsung di GOR Youth Center Otista, Jakarta Timur, pada 5-6 September 2026.
AHY Cup 2026 digelar berkolaborasi dengan Pengprov PBVSI DKI Jakarta. Turnamen ini menjadi ajang bagi klub-klub bola voli di Jakarta untuk memperebutkan gelar sekaligus memberikan ruang bagi para atlet menunjukkan kemampuan dan menjaga semangat kompetisi secara sportif.
Penyelenggaraan AHY Cup 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, yang hadir dalam pembukaan turnamen mengatakan, kegiatan olahraga tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan. Menurut dia, kompetisi juga menjadi sarana membangun sportivitas, disiplin, kebersamaan, sekaligus mengembangkan kemampuan para atlet.
“Bola voli memiliki basis penggemar yang kuat di masyarakat. Maka, turnamen antarklub dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong munculnya talenta-talenta baru pada olahraga bola voli,” ujar Herman dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2026.
Herman menegaskan, pembinaan atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, kompetisi seperti AHY Cup perlu mendapat perhatian dan kesempatan yang lebih luas agar dapat menjadi wadah munculnya talenta-talenta baru yang mampu berprestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami ingin olahraga menjadi bagian dari pengabdian Partai Demokrat kepada masyarakat. Karena itu, momentum HUT ke-25 Partai Demokrat kami isi dengan kegiatan yang melibatkan rakyat secara langsung, termasuk melalui olahraga,” katanya.
AHY Cup 2026 mempertemukan delapan klub bola voli dari sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Tiga klub berasal dari Jakarta Selatan, yakni PBV Rajawali ZGA, PBV Paja One, dan PBV Bharata Muda.
Sementara itu, Jakarta Timur mengirimkan tiga klub, yaitu PBV Bravo, PBV Matador, dan PBV Tornado. Adapun PBV JVC menjadi wakil Jakarta Barat, sedangkan PBV Maluku mewakili Jakarta Pusat.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, mengatakan AHY Cup 2026 dirancang sebagai kompetisi yang mempertemukan klub-klub bola voli dari berbagai wilayah di Jakarta.
Menurut Mujiyono, kehadiran delapan klub tersebut diharapkan membuat persaingan berlangsung kompetitif hingga pertandingan penentuan.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta itu mengatakan, penyelenggaraan turnamen juga menjadi bentuk dukungan Partai Demokrat terhadap kegiatan positif generasi muda. Menurutnya, olahraga dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“AHY Cup ini menjadi simbol kebersamaan. Di lapangan para atlet berkompetisi dengan sungguh-sungguh, tetapi setelah pertandingan mereka tetap bersaudara. Nilai-nilai seperti sportivitas, disiplin, kerja keras, dan kebersamaan inilah yang ingin kami tumbuhkan,” katanya.
Memasuki usia 25 tahun, Mujiyono menegaskan Partai Demokrat akan terus hadir bersama masyarakat. Selain turnamen bola voli, kader Partai Demokrat di Jakarta juga melakukan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Kegiatan tersebut antara lain kerja bakti, aksi bersih pesisir dan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu, bakti sosial di Jakarta Barat, serta berbagai kegiatan kerakyatan lainnya.
“Semangatnya bukan hanya merayakan perjalanan seperempat abad, tetapi bagaimana ke depan semakin banyak kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian pertandingan AHY Cup 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 5-6 September 2026. Delapan klub peserta akan bersaing memperebutkan posisi terbaik dalam turnamen yang dipusatkan di GOR Youth Center Otista, Jakarta Timur.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Acara penutupan akan dihadiri Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kehadiran SBY dan AHY sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pertandingan antarklub dalam AHY Cup 2026.
Turnamen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong budaya olahraga, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan di tengah masyarakat DKI Jakarta. (Hab)


Tinggalkan Balasan