JAKARTA RAYA, Tangsel — PT Pegadaian Area Cirendeu terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi kepada komunitas ojek pangkalan (opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya, Tangerang Selatan.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti puluhan anggota komunitas ojek pangkalan dan digelar di The Gade Creative Lounge PKN STAN. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan pendapatan, pengaturan pengeluaran, pentingnya menyiapkan dana darurat, hingga pengenalan instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan.
Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah tabungan emas. Produk tersebut dikenalkan sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan berinvestasi secara bertahap.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan pengemudi ojek pangkalan merupakan bagian dari pelaku ekonomi kerakyatan yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Namun, para pekerja di sektor informal juga menghadapi tantangan dalam mengatur pendapatan yang diperoleh secara harian. Karena itu, edukasi mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting agar masyarakat memiliki perencanaan finansial yang lebih baik.
“Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para mitra pengemudi ojek pangkalan, memiliki perencanaan keuangan yang kuat dan tidak rentan terhadap risiko finansial harian. Melalui kegiatan literasi keuangan ini, Pegadaian berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan uang yang praktis, aman, dan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga mereka,” ujar Maryono.
Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Cirendeu, Puji Widodo, mengatakan edukasi kepada komunitas menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Menurutnya, komunitas ojek pangkalan memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar sehingga perlu mendapatkan pendampingan, termasuk dalam memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia.
“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas,” kata Puji.
Dalam kesempatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan layanan digital, termasuk aplikasi Pegadaian Digital dan layanan Tring!. Pengenalan tersebut ditujukan agar masyarakat dapat memahami alternatif layanan transaksi keuangan yang dapat digunakan secara lebih praktis.
Para peserta mendapatkan materi mengenai cara mengelola pendapatan harian, menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan, serta mengatur pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Selain edukasi, Pegadaian Area Cirendeu memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada peserta. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pegadaian juga menyerahkan perlengkapan kerja berupa rompi operasional Tring! bagi para pengemudi ojek pangkalan untuk mendukung aktivitas mereka saat bekerja.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan.
Melalui edukasi literasi keuangan, peserta diharapkan dapat menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, mulai dari mengatur pendapatan dan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, menyiapkan dana darurat, hingga mengenal pilihan investasi sesuai tujuan dan kemampuan finansial.
Pegadaian Area Cirendeu berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas ojek pangkalan. Dengan pemahaman finansial yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengelola penghasilan secara lebih bijak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. (Hab)


Tinggalkan Balasan