Presiden Jokowi Sukses Pimpin KTT AIS Tekankan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Ekonomi Biru serta Tata Kelola Maritim

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi di Forum KTT AIS

Presiden Jokowi di Forum KTT AIS

JAKARTA RAYA – Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum di Bali menitik beratkan upaya mengatasi permasalahan global dengan 4 area pertama antara lain, Mitigasi Dan Adaptasi Perubahan Iklim, Ekonomi Biru, Penanganan Sampah Plastik di Laut dan Tata Kelola Maritim yang baik.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa negara kepulauan dan pulau, berbagi tantangan kompleks bersama yang saling terkait dan terhubung satu sama lain, seperti kenaikan permukaan laut, tata kelola, sumber daya laut, dan pencemaran laut.

“Sebagai sesama negara kepulauan dan pulau, terlepas besar atau kecil, maju atau berkembang, kita berbagi tantangan kompleks bersama yang saling terkait dan terhubung satu sama lain, seperti kenaikan permukaan laut, tata kelola, sumber daya laut, dan pencemaran laut,” kata Jokowi dalam opening speech di BNDCC (11/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KTT AIS Forum dilaksanakan untuk mempererat kerja sama antar negara pulau dan kepulauan. Negara-negara kepulauan tersebut memiliki kesamaan, yakni hidup berdampingan dengan laut.

Baca Juga :  Dinas LH DKI Diminta Fasilitasi Daur Ulang Sampah APK

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan bahwa negara-negara kepulauan dan pulau memiliki kesamaan.

“Laut adalah kehidupan kita, lautan merupakan kesatuan manusia dan lautan menyediakan banyak sumber daya yang harus kita kelola secara bertanggung jawab,” kata Presiden Jokowi.

Pada kesempatan yang berbeda, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyebutkan bahwa Indonesia berusaha membagikan solusi dan inovasi praktis yang sudah terbukti hasilnya di Indonesia untuk bisa diadaptasi dan diterapkan di negara pulau dan kepulauan lain guna mengatasi permasalahan yang serupa.

“Banyak hal-hal simpel, bukan rocket science, yang bisa kita terapkan di negara-negara kecil dan masyarakat bisa terlibat langsung dalam pembuatannya,” ungkap Jodi.

Dirinya menjelaskan, program-program tersebut akan terus di monitor dan di evaluasi secara berkala serta, akan di-improvement apabila diperlukan.

Baca Juga :  Rektor ITB Achmad Dahlan: Pamor Indonesia Naik Sebagai Tuan Rumah KTT Archipelagic and Island States (AIS)

“Jika dinilai sukses kita akan replicate ini ke tempat lainnya, termasuk juga di dalam negeri. Jadi kita tidak hanya fokus mengembangkan ekonomi biru atau inisiatif kelautan lainnya di negara lain, tetapi juga di dalam negeri sendiri,” katanya.

Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi menjelaskan bahwa proses pembuatan deklarasi pemimpin dimulai dari tingkatan Senior Officer Meeting (SOM), yaitu pejabat eselon satu.

“Hasil dari the 5th MM AIS Forum 2023 dibahas oleh para kepala negara di KTT AIS Forum 2023, dan disepakati pada akhir KTT yang dipimpin Presiden Jokowi,” ungkap Retno.

Untuk diketahui, gagasan adanya KTT AIS Forum diinisiasikan pada tahun 2017 dengan dasar tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara kepulauan. Sedangkan sejumlah permasalahan yang dihadapi negara-negara kepulauan dan pulau seperti perubahan iklim, pengembangan potensi ekonomi biru, permasalahan konektivitas, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan pencemaran laut.

Berita Terkait

Prabowo Bertemu Blinken, Bahas Gencatan Senjata Permanen di Gaza
Terkait Penggelembungan Jumlah Pemilih
Akan Segera Dibuka, Luminor Hotel Di Bali!
KPU Berhentikan Tujuh Anggota PPLN Kuala Lumpur
WNI Beli Beras di Malaysia
Pemilu di Paris, WNI Bisa Beli Makanan Indonesia Usai Nyoblos
Pemilu 2024 di Milan Berlangsung Aman dan Damai
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:25 WIB

Prabowo Bertemu Blinken, Bahas Gencatan Senjata Permanen di Gaza

Sabtu, 9 Maret 2024 - 17:48 WIB

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:03 WIB

Terkait Penggelembungan Jumlah Pemilih

Selasa, 27 Februari 2024 - 16:07 WIB

Akan Segera Dibuka, Luminor Hotel Di Bali!

Selasa, 27 Februari 2024 - 09:53 WIB

KPU Berhentikan Tujuh Anggota PPLN Kuala Lumpur

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:54 WIB

WNI Beli Beras di Malaysia

Selasa, 13 Februari 2024 - 19:14 WIB

Pemilu di Paris, WNI Bisa Beli Makanan Indonesia Usai Nyoblos

Selasa, 13 Februari 2024 - 15:13 WIB

Pemilu 2024 di Milan Berlangsung Aman dan Damai

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menaker: Berkurban, Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial

Rabu, 19 Jun 2024 - 10:24 WIB