Rumah Menteri Syahrul Limpo Digeledah KPK Sampai Pagi, Begini Perjalanan Dugaan Korupsi di Kementan

Jumat, 29 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo diperiksa KPK

Rumah dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo diperiksa KPK

JAKARTA RAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah dinas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jalan Widya Chandra V Nomor 28, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2023).

Penggeledahan itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bagian (Kabag) Pemberitaan KPK Ali Fikri. Namun, ia enggan menjelaskan lebih detail terkait penggeledahan yang tengah berlangsung hingga naskah ini ditulis.

“Benar, ada giat tim KPK disana. Giat sedang berlangsung,” kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (29/9/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, lembaga antirasuah diketahui tengah menyelidiki kasus dugaan tindak korupsi di Kementan. Tak tanggung-tanggung, setidaknya ada tiga klaster dugaan korupsi di Kementan yang tengah diselidiki oleh KPK.

Hanya saja, KPK tengah gencar menelisik satu klaster dugaan praktik lancung di kementerian yang dipimpin oleh Syahrul. Hal itu dikonfirmasi oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur.

“Kami mungkin ingin memberikan sedikit clue bahwa di dalam penanganan lidik di perkara Kementan ini ada tiga klaster. Yang ada sekarang, yang sedang ditangani baru klaster pertama,” kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (20/6/2023).

Meski begitu, Asep tak menyebutkan satu kasus yang tengah mendapat atensi dari pihaknya. Namun, dari informasi yang didapat, satu perkara itu terkait dengan dugaan kasus korupsi penyalahgunaan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) keuangan negara, dugaan suap, dan dugaan gratifikasi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2019-2023.

Baca Juga :  Pencairan Dana BLT Rp 600 Ribu dari Presiden Jokowi Diundur ke Bulan Maret 2024

Asep meminta publik bersabar dan memberikan waktu kepada KPK untuk menelisik lebih dalam terkait kasus dugaan korupsi tersebut. Ia menerangkan, pihaknya ingin merampungkan seluruh klaster dugaan korupsi di Kementan secara bersamaan.

“Karena nanti kalau misalnya hanya satu saja, nah ini yang lainnya akan terbengkalai, artinya tidak akan holistik, tidak akan menyeluruh. Kalau nanti parsial nanganinnya, oh yang ini pendek, dibuktikan dulu, akan susah. Jadi ini semuanya akan dilakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sementara itu, KPK telah membocorkan salah satu kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki di Kementan. Salah satunya, terkait dengan dugaan jual beli jabatan.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengaku, pihaknya telah mengantongi informasi adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dalam menempatkan jabatan pegawai di Kementan.

“Benar, salah satu aspek kasus yang sedang didalami penyidik KPK adalah terkait tindak lanjut laporan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kementan, khususnya terkait praktik penempatan pegawai dalam jabatan,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (21/6/2023).

Berdasarkan hasil kajian dan penanganan perkara yang pernah diusut KPK sebelumnya, kata Ali, masih banyak ditemukan penyalahgunaan kewenangan petinggi lembaga atau instansi dalam menempatkan seseorang untuk jabatan tertentu. Salah satunya, adanya temuan praktik jual beli jabatan.

Baca Juga :  Hadiri Pesta Rakyat di Semarang, Begini Pesan Ganjar: Utamakan Perdamaian

Kendati tengah menelisik kasus dugaan korupsi di Kementan, KPK telah memeriksa pulihan pejabat dan ASN di Kementan. Bahkan, lembaga antirasuah itu berupaya memanggil Syahrul. Namun, politikus Partai NasDem itu sempat mangkir dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Sedianya, Syahrul telah dua kali absen dari panggilan pemeriksaan KPK. Panggilan pertama, dilayangkan pada 6 Juni 2023. Namun Syahrul Yasin Limpo tak hadir pada panggilan tersebut.

KPK kemudian menjadwalkan ulang permintaan keterangan terhadap Politikus NasDem tersebut pada 16 Juni 2023. Lagi-lagi, Syahrul absen dari panggilan tersebut dengan alasan tengah hadiri G20 di India.

Panggilan ketiga, dilayangkan KPK pada Senin (19/6/2023). Saat itu, Syahrul memenuhi panggilan tersebut. Ia diperiksa KPK sekitar 3,5 jam sejak kedatangannya pukul 09.30 WIB. Seusai diperiksa, politikus Partai NasDem itu buka suara kepada awak media.

“Hari ini saya memenuhi panggilan secara baik. Alhamdulillah panggilan sudah jalan, saya sudah diperiksa secara profesional, saya terimakasih dan saya tetap akan kooperatif saya akan siap,” ungkap Yasin Limpo di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2023).

Kendati telah rampung memeriksa Syahrul, KPK mengakui sudah ada gelar perkara atau ekspose terkait dugaan korupsi di kementan. “Ekspose sudah. betul, sudah. ekspose perkembangan waktu itu,” kata Asep saat dikonfirmasi, Jumat (30/6/2023).(hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Sebut Pemeriksaan Hasto Tak Tiba-tiba, KPK: Keberlanjutan
Mahfud MD Harap Prabowo Bisa Benahi Bobroknya Penegakan Hukum
50 WNI Tamu Undangan Raja Salman Tak Masuk Kuota Haji Indonesia
Ponsel Hasto Kristiyanto Disita KPK usai Diperiksa Terkait Harun Masiku
Bebas Murni, Habib Rizieq: Demi Allah Saya Akan Kejar Pihak Yang Terlibat Pembantaian di KM 50
Tak Kunjung Laku, Harga Lelang Mobil Rubicon Milik Mario Dandy Turun jadi Rp600 Juta
Raja Salman Undang 50 WNI Ibadah Haji, Ada Menkeu Sri Mulyani hingga Pimpinan PBNU
Muncul Wacana Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Begini Komentar Dasco
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:24 WIB

Sebut Pemeriksaan Hasto Tak Tiba-tiba, KPK: Keberlanjutan

Rabu, 12 Juni 2024 - 11:29 WIB

Mahfud MD Harap Prabowo Bisa Benahi Bobroknya Penegakan Hukum

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:23 WIB

50 WNI Tamu Undangan Raja Salman Tak Masuk Kuota Haji Indonesia

Senin, 10 Juni 2024 - 14:24 WIB

Ponsel Hasto Kristiyanto Disita KPK usai Diperiksa Terkait Harun Masiku

Senin, 10 Juni 2024 - 11:25 WIB

Bebas Murni, Habib Rizieq: Demi Allah Saya Akan Kejar Pihak Yang Terlibat Pembantaian di KM 50

Senin, 10 Juni 2024 - 10:23 WIB

Tak Kunjung Laku, Harga Lelang Mobil Rubicon Milik Mario Dandy Turun jadi Rp600 Juta

Sabtu, 8 Juni 2024 - 16:27 WIB

Raja Salman Undang 50 WNI Ibadah Haji, Ada Menkeu Sri Mulyani hingga Pimpinan PBNU

Jumat, 7 Juni 2024 - 15:27 WIB

Muncul Wacana Presiden Kembali Dipilih Oleh MPR, Begini Komentar Dasco

Berita Terbaru