Viral! Pasien IGD RSUD Kota Bekasi Membludak, Begini Kata Dirut Kusnanto

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut RSUD Kota Bekasi dr Chasbullah Abdulmajid Kusnanto Saidi

Dirut RSUD Kota Bekasi dr Chasbullah Abdulmajid Kusnanto Saidi

JAKARTA RAYA – Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bekasi dr Chasbullah Abdulmajid Kusnanto Saidi memberikan klarifikasi terkait dengan video yang viral penuhnya IDG dengan pasien DBD.

“Saya ingin mengklarifikasi dari video yang beredar, saya nyatakan bahwa video itu bukan berasal dari RSUD dan video itu benar ada di IGD nya RSUD Kota Bekasi artinya bukan karyawan kita atau tim kita yang memvideokan itu,” katanya kepada media pada Selasa (07/05/24).

Lebih lanjut Kusnanto juga melakukan klarifikasi bahwa narasi video yang menyatakan bahwa kondisi IGD penuh dengan pasien Demam Berdarah (DBD) itu tidak benar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang hadir ke IGD, tidak semua pasien-pasien demam berdarah,” ungkapnya.

Namun diakui Kusnanto memang ada peningkatan di IGD secara signifikan sejak 6 bulan terakhir, namun itu dengan jenis penyakit yang berbeda-beda. Pihaknya telah membuat kriteria 10 penyakit terbanyak yang datang ke IGD yaitu salah satunya Infeksi saluran pernafasan atas serta beberapa penyakit lainnya.

Baca Juga :  Permasalahan Rempang Eco City Bakal Happy Ending, Jokowi: Demi Kepentingan Masyarakat Akan Diselesaikan Secara Baik-baik

Sedangkan untuk kasus Demam Berdarah atau DBD, berdasarkan data yang ada di RSUD ialah 492 kasus sejak Januari 2024 hingga saat ini Mei 2024.

RSUD Kota Bekasi memiliki total ruang rawat inap ada 607 bed, dibagi dengan dengan ruang Critical dan non Critical. Ruangan itu nanti kembali dibagi dengan Gender atau jenis kelamin serta usia.

“Hal-hal itu yang kemudian menyebabkan semua pasien yang hadir ke IGD tentunya dengan tadi 10 kriteria itu, dan pasien rata-rata ke RSUD melalui IGD itu dalam 24 jam 250 pasien sementara kapasitas IGD kami sebanyak 60 bed,” ungkapnya.

Sementara itu, Kusnanto kembali menambahkan bahwa untuk bisa masuk rawat inap per hari pasien boleh pulangkan oleh dokter sebanyak 100 pasien per hari.

Artinya masih ada yang menunggu atau delay, kita punya S.O.P berdasarkan akreditasi dari Kementerian Kesehatan 6 jam dari mulai pasien masuk, diperiksa, triase dan lainnya hingga mendapatkan hasil, berdasarkan kriteria penyakit.

Baca Juga :  Sulap Pesisir Jadi Objek Ekowisata Aquaculture Standar Kelas Dunia

“Dan nanti kita juga punya S.O.P by data memberikan informasi ke keluarga pasien apabila menunggu lebih dari 6 jam maka keluarga pasien dipanggil untuk melakukan komunikasi dengan manager on duty kami apakah bersedia dirujuk, karena kita juga bekerjasama dengan rumah sakit baik type D maupun swasta,” katanya.

Namun, dikatakan Kusnanto bahwa sering kali keluarga pasien menolak untuk dirujuk dengan berbagai alasan. Nah ini juga pada akhirnya terlihat pada saat itu ada penumpukan pasien seolah-olah ada di IGD RSUD Kota Bekasi.

“Padahal kami juga sudah menggunakan aplikasi SIPABOLANG, pasien yang boleh pulang oleh dokter pada rawat inap, kita antar ke 12 kecamatan secara gratis,” tukasnya.

SIPABOLANG atau (Siap Antar Pasien Boleh Pulang), bertujuan untuk mengurai kekurangan tempat tidur yang tersedia, agar alur ruangan rawat inap dapat tersedia. (hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua
PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya
85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama
Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan
Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS
179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:27 WIB

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:46 WIB

85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:41 WIB

WTP ke-17, Bukti Konsistensi dalam Pengelolaan Keuangan

Rabu, 8 Mei 2024 - 17:22 WIB

Sekda Depok Supian Suri Kantongi Dukungan 6 Parpol untuk Maju di Pilkada 2024, Siap Head to Head dengan PKS

Rabu, 8 Mei 2024 - 16:10 WIB

179 Kades se-Kabupaten Bekasi Ikut Bimtek di Bali Jelang Pilkada, Ada Apa Ya?

Berita Terbaru

Daerah

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB