JAKARTA RAYA — Institut Teknologi PLN melalui Sekolah Vokasi ITPLN melakukan kajian teknis terkait optimalisasi kinerja PLTU Labuan dengan menganalisis perubahan material heat exchanger (HE) C3W guna meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional pembangkit listrik.

Kajian tersebut merupakan proyek kolaborasi antara PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) dan Sekolah Vokasi ITPLN yang berada di bawah naungan Lembaga Terapan (Lemtera) ITPLN. Dalam proyek ini, tim dosen vokasi ITPLN dipercaya melakukan pengkajian teknis terhadap material heat exchanger yang digunakan di PLTU Labuan.

Direktur Sekolah Vokasi ITPLN, Tony Koerniawan, mengatakan keterlibatan dosen vokasi dalam proyek industri menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi aplikatif yang sesuai kebutuhan sektor ketenagalistrikan nasional.

“Sekolah Vokasi ITPLN kembali membuktikan bahwa vokasi bukan hanya soal teori dan praktik di ruang kelas, tetapi juga tentang kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan industri,” ujar Tony dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Tony memimpin langsung tim dosen yang terdiri dari Istianto Budhi Raharja, Eko Sulistyo, dan Nadira dalam pelaksanaan kajian tersebut.

Fokus utama penelitian adalah mencari material heat exchanger yang paling optimal untuk meningkatkan performa pembangkit. Heat exchanger sendiri memiliki fungsi penting dalam sistem PLTU karena berperan memindahkan panas dari fluida bersuhu tinggi ke fluida bersuhu rendah melalui media pemisah berupa pipa atau pelat logam.

Tony menjelaskan proses perpindahan panas terjadi melalui mekanisme konduksi pada dinding pemisah dan konveksi antara fluida dengan permukaan logam. Oleh sebab itu, pemilihan material menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas dan efisiensi kerja heat exchanger.

“Karena itu, pemilihan material sangat memengaruhi efektivitas kerja alat,” katanya.

Laporan hasil kajian teknis tersebut telah diserahkan kepada PT PLN (Persero) Pusharlis UP2W II Klender, Jakarta Timur, pada Jumat (8/5/2026). Penyerahan laporan menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian proyek optimalisasi kinerja pembangkit tersebut.

Tony menilai sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan industri energi perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan nasional yang lebih efisien dan andal.

“Melalui kolaborasi ini, dosen vokasi bisa berkontribusi nyata menghadirkan solusi yang terukur dan berdampak langsung bagi industri,” tutupnya. (hab)