JAKARTA RAYA, Depok – Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriatna berharap kehadiran SDI 78 Al-Azhar dan SMPI 68 Al-Azhar di kawasan Cimanggis Golf Estate (CGE), Kecamatan Tapos, dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Ade, sekolah swasta memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membantu pemerintah menekan angka anak putus sekolah di Kota Depok.
Hal tersebut disampaikan Ade saat menghadiri peresmian SDI 78 dan SMPI 68 Al-Azhar CGE di Tapos, Sabtu (11/7/2026).
“Kehadiran lembaga pendidikan swasta dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Di saat yang sama, pemerintah juga terus berupaya memperbaiki mutu pendidikan agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” ujarnya.
Ade mengatakan, Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan juga mengatur kewajiban lembaga pendidikan swasta untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh layanan pendidikan.
Ia berharap SDI 78 dan SMPI 68 Al-Azhar dapat memberikan skema bantuan pendidikan, baik berupa potongan biaya maupun beasiswa, sesuai kemampuan sekolah.
“Saya senang dengan hadirnya sekolah swasta baru di Kota Depok. Semoga sekolah ini bisa membantu anak-anak kurang mampu untuk tetap menikmati bangku pendidikan. Bentuk bantuannya nanti bisa dikomunikasikan bersama, yang terpenting jangan sampai ada anak yang putus sekolah,” tegasnya.
Ade juga berharap SDI 78 dan SMPI 68 Al-Azhar dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan menyelenggarakan pendidikan, sekolah juga turut membantu program pemerintah dan negara agar anak-anak Indonesia tetap dapat bersekolah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Cendekia Adab Mulia (CAM), Teguh Juwarno, mengatakan pada tahun ajaran pertama sekolah tersebut telah menerima sekitar 98 siswa.
Ia menjelaskan, SDI 78 Al-Azhar membuka dua rombongan belajar (rombel) untuk kelas 1 dan satu rombel untuk kelas 2. Adapun SMPI 68 Al-Azhar membuka satu rombongan belajar untuk peserta didik baru.
Menurut Teguh, pihak yayasan berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Saat ini seluruh siswa belajar pada pagi hari. Setelah kegiatan belajar selesai, proses penyempurnaan ruang kelas kembali dilanjutkan. Seluruh ruang belajar akan ditata dengan interior yang nyaman dan aman agar mendukung proses pembelajaran,” ujarnya. (ema)


Tinggalkan Balasan